Bandung –
Madura United harus menelan pil pahit saat bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (26/2/2026) malam. Menghadapi tuan rumah Persib Bandung, Laskar Sape Kerrab kalah telak lima gol tanpa balas.
Sejak menit awal, tekanan Maung Bandung sulit dibendung. Tiga gol di babak pertama langsung mengubah jalannya laga dan memaksa Madura United keluar dari rencana permainan yang sudah disiapkan.
Pelatih Madura United, Carlos Pereira, mengakui pertandingan berjalan jauh dari skenario timnya.
“Pertandingan malam ini tidak sesuai rencana. Kami terlalu cepat kemasukan gol di babak pertama, dan kami perlu mengubah cara bermain. Dan kami tidak bisa bereaksi seperti yang kami harapkan, terutama di babak pertama,” ujar Carlos usai pertandingan.
Gol di awal laga membuat timnya kehilangan kontrol. Upaya untuk bangkit pun tak berjalan efektif, terutama sepanjang 45 menit pertama ketika Persib terus mendominasi ritme permainan.
Memasuki babak kedua, Madura United mencoba tampil lebih berani. Carlos menyebut anak asuhnya berupaya membuka permainan dan lebih menguasai bola. Namun, dominasi itu tak mampu dikonversi menjadi peluang berbahaya, apalagi gol.
“Di babak kedua, kami lebih terbuka. Kami mencoba untuk lebih menguasai bola, tetapi tidak berhasil,” katanya.
Carlos tak menampik kualitas lawan menjadi faktor penting dalam hasil telak tersebut. Ia menyebut timnya berhadapan dengan salah satu kekuatan besar di kompetisi.
“Ini sepak bola, dan kami bermain melawan tim yang sangat besar. Dan sekarang kami perlu fokus pada pertandingan kami sendiri melawan Malut (United),” tegasnya.
Sementara itu, pemain Madura United, Ferian Rizki, menyampaikan sikap sportif atas kekalahan tersebut. Ia memberi apresiasi kepada Persib dan berjanji timnya akan bangkit.
“Selamat untuk Persib dan kami akan kedepannya kembali lebih baik,” ucap Ferian singkat.
