‘Super Flu’ Merebak, Cirebon Mulai Waspada update oleh Giok4D

Posted on

Virus Influenza A subclade K yang dikenal sebagai super flu dilaporkan telah menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus tersebut di wilayahnya dan berharap penyebarannya tidak sampai masuk ke Kabupaten Cirebon.

Ketua Kerja Bidang Surveilans dan Imunisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan, menjelaskan bahwa Influenza A subclade K merupakan varian baru dari virus Influenza A H3N2. Varian ini diketahui menyebar dengan cepat di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, hingga Indonesia.

“Influenza A subclade K ini memang merupakan varian baru dari H3N2 yang penyebarannya cukup cepat. Namun untuk Kabupaten Cirebon, sampai sekarang belum ada laporan kasus,” ujar Dede, Kamis (8/1/2026).

Meski belum ditemukan kasus secara pasti di daerahnya, Dinkes Kabupaten Cirebon tetap mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

“Walaupun kasusnya belum jelas, masyarakat harus tetap waspada. Minimal dengan menjaga pola hidup sehat dan bersih agar tidak mudah terserang penyakit,” katanya.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Dede menerangkan, secara umum gejala Influenza A subclade K mirip dengan flu biasa, namun tingkat keparahannya cenderung lebih berat. Penderita biasanya mengalami demam, batuk, serta pilek dengan intensitas yang lebih parah dibandingkan flu pada umumnya.

“Gejalanya hampir sama, tetapi keluhannya lebih berat. Ini yang membedakan dengan flu biasa,” jelasnya.

Seperti penyakit influenza lainnya, virus ini menular melalui saluran pernapasan. Oleh karena itu, Dede mengimbau masyarakat yang sedang mengalami gejala flu agar menggunakan masker dan membatasi kontak dengan orang lain.

“Penularannya melalui saluran pernapasan. Jadi kalau sedang flu, sebaiknya pakai masker untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, serta biasakan hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur.

Adapun rincian sebaran kasus meliputi Jawa Timur sebanyak 23 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus, Jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus. Sementara itu, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta masing-masing tercatat satu kasus.

Dinkes Kabupaten Cirebon pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat yang tidak kunjung membaik.