Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan sejumlah sekolah yang direvitalisasi di Garut. Mu’ti berharap agar revitalisasi bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Garut.
Mu’ti berkunjung ke Garut pada Kamis, (8/1/2026) siang. Dia datang didampingi sejumlah pejabat kementerian. Di Garut, Mu’ti mendatangi sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 1 Tarogong Kaler dan SMK Al-Musaddadiyah.
Di SMK Al Musaddadiyah, Mu’ti meresmikan sejumlah sekolah yang direvitalisasi, termasuk SMK tersebut. “Di Garut ini total ada 156 satuan pendidikan yang direvitalisasi,” kata Mu’ti kepada wartawan di lokasi.
Mu’ti menjelaskan, 156 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi terdiri dari 31 PAUD, 52 SD, 11 SMP, 15 SMA, 20 SMK, 5 SLB, dan 2 PKBM. Mayoritas adalah sekolah yang direvitalisasi secara fisik.
“Total anggaran Rp 133 Miliar. Mayoritas revitalisasi fisik, sebagian juga ada yang mebeler, dan bantuan peralatan,” katanya.
Sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi ini, kata Mu’ti mayoritas membangun ruang kelas yang masih kurang, perlu rehabilitasi atau rusak.
“Semuanya hampir sudah terealisasikan 100 persen. Tinggal belum 100 persen tinggal 13 lagi,” ucap Mu’ti.
Program revitalisasi ini sendiri diharapkan dapat membuat sekolah menjadi aman dan nyaman, juga meningkatkan kualitas pendidikan di Garut.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Selain meresmikan program revitalisasi sekolah, dalam kunjungannya ini, Mu’ti juga mengkampanyekan program Rukun Sama Teman. Gerakan yang diharapkan mampu menjadikan pelajar menjadi generasi yang unggul, hebat dan kuat.
“Pendidikan nasional bertujuan untuk membangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” pungkas Mu’ti.
