Majalengka –
RSUD Majalengka terus melakukan revitalisasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah penggunaan kendaraan internal seperti golf cart untuk membantu mobilitas pasien di area rumah sakit.
Terobosan tersebut disampaikan Bupati Majalengka Eman Suherman saat meninjau langsung hasil pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Majalengka. Menurut Eman, jauhnya jarak antarbangunan di lingkungan rumah sakit menjadi salah satu pertimbangan utama.
Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan pasien maupun tenaga medis yang harus berjalan kaki dari area depan hingga ke bagian belakang rumah sakit, sehingga diperlukan solusi agar akses pelayanan menjadi lebih mudah dan nyaman.
“Tadi ada permintaan, jarak dari depan ke belakang ini jauh. Pasien harus jalan kaki. Maka kita analisa, apakah bisa kendaraan masuk. Ambulans bisa, dan mungkin kendaraan internal seperti mobil golf juga bisa digunakan (untuk pasien),” kata Eman kepada, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, akses di rumah sakit tidak boleh merepotkan masyarakat, pasien, maupun tenaga kesehatan. Pemerintah daerah, kata Eman, berkomitmen penuh untuk mendukung peningkatan pelayanan RSUD Majalengka, baik dari sisi SDM maupun infrastruktur.
“Saya ingin akses ini tidak merepotkan siapa pun. Saya berkomitmen untuk men-support rumah sakit agar bisa memberikan layanan terbaik. Bukan hanya dari sikap pelayanannya, tapi juga infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Ia juga mengapresiasi pembangunan dua gedung IGD yang dinilainya sudah berdiri megah, luas, dan rapi. “Alhamdulillah dua bangunan IGD ini sudah berdiri, begitu luas, begitu rapi. Tinggal penataan bagian depannya,” ucapnya.
Menurut Eman, penataan kawasan depan menjadi penting agar wajah rumah sakit terlihat lebih representatif. Ia pun datang bersama jajaran Dinas PUPR dan Sekda Majalengka untuk memastikan rencana penataan tersebut.
“Bangunannya sudah rapi, tapi belum terlihat dari depan. Makanya saya pastikan hadir ke sini untuk menyiapkan penataan. Ini sudah masuk parsial, anggarannya memang sudah tidak ada, tapi kebutuhannya mendesak,” jelasnya.
Eman berharap pada parsial kedua nanti, Pemkab Majalengka bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk mendukung penataan lingkungan rumah sakit. Menurutnya, fasilitas pemerintah, termasuk rumah sakit, harus mampu menampilkan keindahan sekaligus kenyamanan.
“Rumah sakit ini bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tapi juga ikut mewarnai wajah kota dan menghadirkan suasana lingkungan yang baik,” pungkasnya.
