Bandung – Kelelawar berperan sebagai penular penyakit zoonotik yang bermunculan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Baru-baru ini virus nipah (henipavirus nipahense) tengah menjadi sorotan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. DR. Dr. Dominicus Husada SpA Subs IPT(K), menyebut penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, konsumsi daging mentah, serta buah atau nira sawit yang terkontaminasi kelelawar. Virus ini juga bisa menular antarmanusia melalui kontak dengan penderita atau cairan tubuhnya.