Bandung –
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Tim gabungan dari Menlatpur Kostrad TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dan BBKSDA Jabar menghentikan pencarian macan tutul yang diduga terluka akibat tembakan pemburu di Hutan Lindung Sanggabuana, Kabupaten Purwakarta.
“Meskipun penyisiran telah difokuskan pada area aman di ketinggian 100-250 Mdpl, tim tidak menemukan keberadaan maupun tanda-tanda aktivitas macan tutul yang diduga tertembak tersebut,” ujar Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildranaya, Selasa (3/2/2026).
Ery mengungkapkan, petugas menemui sejumlah kendala saat mencari satwa dilindungi tersebut di lapangan. “Kondisi lapangan yang licin pasca hujan menjadi tantangan utama, namun secara keseluruhan kegiatan patroli berjalan dengan aman dan kondusif,” sebutnya.
Meski pencarian tim gabungan resmi dihentikan, SCF tetap melaksanakan pencarian lanjutan secara internal. “Langkah selanjutnya akan difokuskan pada penggalian informasi melalui pendekatan ke rumah-rumah warga di sekitar kawasan hutan untuk menelusuri kemungkinan satwa ditemukan,” tutur Ery.
Di samping pencarian macan tutul, Polda Jawa Barat menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam aktivitas perburuan liar. Identitas mereka terlacak melalui rekaman kamera pengintai (camera trap) yang terpasang di kawasan hutan Sanggabuana.
Sebelumnya, Komandan Satuan Pemeliharaan (Dansathar) Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Letkol Inf Wisnu Broto mengatakan, pihaknya menemukan tiga pucuk senjata rakitan saat melakukan penyisiran.
“Saat menyisir kawasan hutan daerah latihan Kostrad di Pegunungan Sanggabuana wilayah Purwakarta, tim menemukan senjata rakitan jenis dorlok, yang tersembunyi di beberapa gubuk milik warga sekitar,” kata Wisnu, Jumat (30/1).
Wisnu menjelaskan, sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), timnya juga ditugaskan menyisir keberadaan pemburu yang diduga masih bersembunyi di dalam hutan, selain mencari macan tutul berkode SP-08 yang terluka.
“Alhamdulillah, dalam menjalankan perintah Bapak Kasad, prajurit di lapangan bersama Ranger SCF dan Polhut BBKSDA Jabar masih bekerja di dalam hutan meski diterpa hujan deras dan angin kencang. Target kami adalah menemukan macan tutul jawa SP-08 dan keberadaan terduga pemburu yang masih bersembunyi di dalam hutan,” tutur dia.
“Senjata-senjata ini akan didata dan diserahkan kepada penyidik dan Sat Intelkam Polres Purwakarta untuk proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.
