Bandung –
Kawasan Asia Selatan sedang dilanda wabah yang mematikan. Di India, virus bernama Nipah ditemukan di Benggala Barat dengan tingkat fataliti yang tinggi dan jadi sorotan global.
Melansir, virus Nipah punya gejala menyerupai infeksi virus biasa. Penyakit zoonotik berbahaya ini dapat menular dari hewan ke manusia hingga antarmanusia.
Di Kota Bandung sendiri, kewaspadaan dini pun kini sudah dilakukan. Dinas Kesehatan Kota Bandung rencananya mengirim surat edaran ke puskesmas maupun rumah sakit, meski belum terdeteksi kemunculannya di Kota Kembang.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Kami baru dapat informasi dari Kemenkes soal virus Nipah ini. Untuk langkah-langkah yang bisa kita laksanakan, nanti akan buat surat edaran ke puskesmas. Tapi untuk sementara ini aman, belum ada kasusnya. Dan mudah-mudahan tidak ada,” kata Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Dadan Mulyana Kosasih, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan informasi yang ia terima, virus Nipah belum terdeteksi muncul di Indonesia. Meski demikian, warga diminta untuk tetap waspada, terutama jika mengalami gejala penyakit demam berat.
“Gejalanya sama dengan virus flu lainnya, jadi dia demam, batuk dan pilek. Jadi sama dengan flu. Tapi kita tidak boleh mengabaikan, bahwa India kan tidak terlalu jauh dari Indonesia. Jadi kita tetap harus waspada,” ucapnya.
Di situasi seperti ini, Dadan mengimbau warga untuk tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan, warga disarankan untuk memakai masker jika mengalami gejala flu supaya tidak menyebarkan ke orang lain.
“Jadi jangan mengendurkan perlindungan diri. Tetap cuci tangan, menjaga kesehatan, makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Dan satu lagi, kalau menderita sakit, baik itu flu atau demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas, dan menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain terlepas itu virusnya apa. Kalau sakit flu, sebaiknya yang sakit itu menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya.
