Bandung –
Niat sholat Nisfu Syaban menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah sunnah di bulan yang mulia ini. Bulan Syaban kerap dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak sholat malam, dzikir, dan doa sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Dengan niat sholat Syaban yang lurus, setiap ibadah diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan niat sholat Nisfu Syaban secara ikhlas, Muslim yang mengerjakan amalan ini dapat berharap setiap ibadah yang dikerjakan menjadi pahala dan diterima.
Mengutip laman resmi Kementerian Agama RI, pada malam Nisfu Syaban catatan amal manusia selama satu tahun diangkat dan diganti dengan catatan yang baru. Karena itu, malam ini kerap dijadikan waktu untuk muhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Imam Al-Ghazali dalam beberapa karyanya juga menyebut Nisfu Syaban sebagai malam penuh syafaat. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam tersebut dengan sholat, doa, dzikir, dan permohonan ampun.
Niat Sholat Nisfu Syaban
Sebelum melaksanakan sholat Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan membaca niat. Niat sholat dapat diucapkan dalam hati atau dilafalkan secara lisan sebelum takbiratul ihram.
Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim, bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya.
أُصَلَّى سُنَّةً لِإِحْيَاءِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Arab Latin: Ushalli sunnatan li-ihyaʻi lailati nishfi sya’bâna rak’ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta’âlâ. Allâhu Akbar…
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Nishfu Sya’ban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala. Allahu Akbar…”
Bisa juga dengan membaca niat ini:
أُصَلَّى لَيْلَةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.
Arab Latin: Ushalli lailata nishfi sya’bâna rak’ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillâhi ta’âlâ. Allâhu Akbar…
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Nishfu Sya’ban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar…”
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Secara umum, tata cara sholat Nisfu Syaban sama dengan sholat sunnah lainnya. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dan maksimal 100 rakaat, dikerjakan setiap dua rakaat satu salam.
Mengutip NU Online, berikut urutan tata cara sholat Nisfu Syaban:
- Membaca niat sholat Nisfu Syaban
- Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah Al-Ikhlas (dianjurkan 10 kali menurut sebagian ulama)
- Rukuk dan i’tidal
- Sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali
- Berdiri untuk rakaat kedua
- Membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas
- Rukuk hingga sujud kedua
- Tahiyat akhir dan salam
Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban
Setelah sholat Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar. Dalam buku Kalender Harian Ibadah Sunnah karya Mujahidin Nur, salah satu berikut.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللهُمَّ إِنِّيْ اللَّهُمَّ اِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَ اْلمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة
Allaahumma innaka ‘afuwwung- kariimung-tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaataddi imati fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama, dunia serta akhirat.”
Hukum Sholat Nisfu Syaban Menurut Ulama
Pembahasan mengenai hukum sholat Nisfu Syaban masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Perbedaan ini berangkat dari ragam penilaian terhadap hadis dan praktik para ulama terdahulu.
Pendapat Ulama yang Membolehkan
Sebagian ulama membolehkan dan menganjurkan sholat Nisfu Syaban. Imam Al-Ghazali, sebagaimana dikutip Kamaluddin Muhammad bin Musa Abu al-Biqa as-Syafi’i, menyebut sholat Nisfu Syaban dapat dilakukan hingga 100 rakaat dengan membaca Surah Al-Ikhlas di setiap rakaat.
Selain itu, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah menjelaskan bahwa sholat Nisfu Syaban dikenal sebagai sholat al-Khair, yang memiliki keutamaan besar dan pernah diamalkan oleh sebagian ulama salaf, baik sendiri maupun berjamaah.
Pendapat Ulama yang Tidak Menganjurkan
Di sisi lain, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab menyebut sholat khusus di malam Nisfu Syaban sebagai amalan yang tidak memiliki dasar hadis sahih. Pendapat serupa juga disampaikan Imam Az-Zabidi dalam Syarh al-Ihya’, yang menegaskan tidak ada dalil kuat tentang sholat dan doa khusus Nisfu Syaban, kecuali praktik sebagian ulama terdahulu.
