Bandung –
Riuh suara pengunjung, deretan booth dengan warna – warni busana muslim, serta antrean panjang di beberapa tenant menjadi pemandangan yang langsung terasa begitu memasuki area Hijabfest tahun ini. Meski dari luar tampak biasa aja, suasana di dalam justru dipenuhi antusiasme pengunjung, terutama dari kalangan gen z. Bagi gen z, Hijabfest bukan sekadar bazar busana muslim, tetapi juga menjadi tempat berburu tren, mencari inspirasi outfit hingga berkumpul bersama teman.
Di antara kerumunan itu, tampak Dita (21), yang datang bersama segerombolan temannya. Bagi Dita, ini bukan kali pertama ia menginjakkan kaki di Hijabfest. Ada alasan kuat mengapa ia memutuskan untuk kembali kedua kalinya.
“Karena banyak yang lucu-lucu, terus juga murah-murah gitu. Aku tadi beli cardigan sih, yang banyak mah teman aku. Dia beli mukena, beli gamis, kerudung,” ujar Dita dengan semangat saat ditemui oleh (6/3/2026)
Dita mengaku mendapatkan informasi mengenai acara ini dari sang mama dan juga melalui media sosial. Baginya, Hijabfest adalah “surga: bagi gen z yang ingin tampil modis. Model-model pakaian yang ditawarkan dianggap sangat kekinian dan relevan dengan selera anak muda zaman sekarang.
Salah satu temuan terbaiknya hari itu adalah sebuah knitwear yang ia dapatkan hanya dengan harga Rp. 50.000. Harga yang menurutnya sangat masuk akal.
“Ngebantu banget sih buat milih-milih baju secara langsung gitu ya. Banyak pilihan, kalau misalnya ke mall kan mungkin brand-brand nya itu-itu aja yang sangkleknya, kalau di sini kan banyak brand – brand yang biasanya online ada di sini gitu,” tambahnya.
Meski demikian, Dita memberikan catatan kecil mengenai pengalaman menjelajahi event yang sangat padat ini
“Seru ya, banyak pilihan, cuman emang banyak banget ramai juga orangnya. Jadi kalau misalnya lagi lapar, lagi puasa agak pusing gitu. Jadi, harus makan dulu,” ucapnya.
Tak jauh berbeda dengan Dita, Aisyah (23) juga menjadikan Hijabfest sebagai destinasi wajib bersama teman – temannya. Ia mengaku bukan pertama kali datang ke event tersebut.
Menurut Aisyah, daya tarik utama Hijabfest adalah banyaknya produk baru yang ditawarkan serta berbagai promo menarik yang jarang ditemukan di tempat lain.
“Kalau di Hijabfest rata-rata banyak barang – barang baru atau engga yang diskon – diskon, jadi suka kesini,” ungkap Aisyah saat berbincang dengan (6/3/2026)
Berbeda dengan Dita yang mengetahui acara ini dari sang mama dan media sosial, Aisyah justru mengetahui keberadaan Hijabfest dari spanduk-spanduk yang terpasang di jalan. Informasi tersebut membuatnya tertarik untuk datang kembali bersama teman-temannya.
Saat berkeliling di area Hijabfest, Aisyah sempat mengunjungi berbagai booth untuk melihat koleksi pakaian yang ditawarkan. Namun pada akhirnya, ia memilih membeli kerudung.
“Beli kerudung aja, sebenarnya pengen cari baju lebaran cuman belum nemu,” tuturnya.
Bagi Aisyah, pengalaman menjelajahi Hijabfest memberikan kepuasan yang tidak didapatkan saat belanja online. Ia merasa bisa melihat kualitas bahan secara langsung, terutama untuk tren yang sedang naik daun seperti kerudung bahan viscose.
“Sejauh ini menurut aku sangat seru sih, karena banyak juga yang baru-baru dan tren-tren gitu terus kayak kerudung viscose dan lain – lain. Baju – bajunya juga, banyak yang kayak buy one get one promo dan lain-lain,” kata Aisyah
Aisyah juga menyoroti betapa ramainya event ini dibandingkan yang lain yang pernah ia kunjungi. Kehadiran tenant makanan juga dianggapnya sebagai penyelamat di tengah hiruk pikuk belanja.
“Benar-benar yang rame banget gitu aku lihatnya, biasanya gak serame ini kalau lagi ikut bazar – bazar lain. Ada juga banyak tenat-tenant makanan juga. Jadi, bisa beli makanan, selain beli baju-baju dan kerudung,” tambahnya.
Meski kedua pengunjung ini merasa puas dengan pengalaman mereka, mereka memiliki harapan agar Hijabfest ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi. Masalah kepadatan pengunjung menjadi perhatian utama Dita. Ia berharap penataan ruang atau layout bisa lebih diperhatikan agar pengunjung bisa lebih leluasa saat memilih pakaian.
“Udah sih bagus, paling cuma layout tempatnya aja, biar gak terlalu padat aja gitu ke sana kalau orang lagi milih-milih,” saran Dita.
Di sisi lain, Aisyah berharap agar variasi merek yang berpartisipasi bisa terus ditambah. Meskipun sudah banyak, menurutnya keberagaman adalah kunci agar pengunjung selalu memiliki alasan untuk kembali setiap tahunnya.
“Kalau menurut aku mungkin lebih banyak tenant aja, sebenarnya tenant udah banyak cuman mungkin lebih beragam lagi gitu,” pungkas Aisyah.
Hijabfest tahun ini membuktikan bahwa industri modest fashion lokal memiliki tempat spesial di hati Gen Z. Lebih dari sekadar transaksi jual beli, acara ini menjadi ruang bagi mereka untuk melihat tren secara nyata, menyentuh tekstur kain yang selama ini hanya dilihat di layar ponsel, dan tentu saja, tampil stylish dengan harga yang tetap bersahabat.
