Mengenal Urban Gardening, Berkebun Praktis di Lingkungan Perkotaan

Posted on

Bandung

Tinggal di kota seringkali memiliki lahan yang terbatas, sehingga ruang hijau di lingkungan juga menjadi terbatas. Keterbatasan lahan dan aktivitas yang padat dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sulit untuk menanam tanaman dan menciptakan ruang hijau di lingkungan sekitar.

Namun, ada solusi yang dapat membantu mengatasi hal tersebut, yaitu dengan urban gardening. Urban gardening hadir sebagai solusi sederhana agar masyarakat kota tetap bisa berkebun meski dengan ruang yang terbatas. Urban gardening adalah proses merawat tanaman yang dilakukan di lingkungan perkotaan dengan memanfaatkan ruang yang ada.

Tanaman yang ditanam pun beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman hias. Tidak hanya untuk memperindah lingkungan, urban gardening dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga keseimbangan lingkungan di tengah kota.

Berikut teknik-teknik yang dapat digunakan ketika menerapkan urban gardening:

Teknik Urban Gardening

1. Vertikultur

Ilustrasi vertikultur Foto: Istimewa

Teknik yang pertama adalah vertikultur, sesuai dengan namanya teknik penanaman dilakukan secara vertikal. Tidak usah khawatir jika memiliki lahan terbatas, tetapi ingin berkebun, karena vertikultur dapat menjadi solusi.

Teknik ini memanfaatkan ruang secara vertikal, dengan cara menyusun tanaman secara bertingkat dari atas ke bawah dengan menggunakan pot, pipa, botol, atau wadah lainnya. Dengan teknik ini, kamu bisa menanam banyak tanaman, meskipun lahannya sedikit.

Tanaman yang dapat kamu tanam dengan menggunakan teknik ini adalah selada, bayam, sawi, seledri, kangkung, dan pakcoy.

Teknik ini tidak hanya membantu menyediakan tanaman di lahan yang sedikit, tetapi juga memberikan udara bersih dan segar, serta dapat mempercantik lahan.

2. Hidroponik

Pekerja menyemai benih sayuran pakcoy dengan sistem hidroponik yang ditanam di atap Rumah Budi Daya Bara Hidroponik, Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026). Sistem pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan di atap rumah tersebut dilakukan sebagai solusi ketahanan pangan dengan memberdayakan warga sekitar serta hasil panen dari budi daya sayuran seperti pakcoy, selada dan kangkung tersebut telah menembus pasar beberapa supermarket di Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Teknik selanjutnya adalah hidroponik. Menanam dengan teknik ini dilakukan tanpa menggunakan tanah. Media tanam yang digunakan dalam teknik ini adalah air, sesuai dengan namanya hidro yang artinya air. Air yang digunakan tentu saja diberi nutrisi khusus agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, sehingga tanaman tidak perlu menggunakan tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Berdasarkan Hydro Produce, hidroponik terbagi menjadi dua, yaitu nutrient film technique dan media netral. Nutrient film teknik merupakan sistem hidroponik yang memiliki aliran air sangat tipis dan mengandung nutrisi yang dialirkan secara terus-menerus melewati akar.

Media netral adalah menanam tanaman dengan media netral untuk menjaga tanaman tetap tegak. Ada beberapa media netral yang dapat digunakan satunya adalah cocopeat, yaitu serat dari kulit kelapa.

Teknik ini menawarkan beberapa keuntungan, seperti tidak perlu banyak menggunakan pupuk, dapat ditanam di mana saja, bebas dari hama, pertumbuhan yang cepat, hingga memberikan hasil panen yang berkualitas.

Dengan menggunakan teknik ini, kamu bisa menanam selada, bayam, timun, pakcoy, sawi hijau, tomat, kangkung, stroberi, melon, dan anggur.

3. Akuaponik

Akuaponik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Puripatch Lokakalin)

Teknik ini merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik untuk membudidayakan hewan air dan tanaman. Akuaponik bekerja dengan cara mengalirkan nutrisi dalam satu siklus yang melibatkan ikan, bakteri, dan tanaman. Limbah yang dihasilkan ikan akan diuraikan oleh bakteri menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Lalu, tanaman menyerap nutrisi tersebut sehingga air menjadi lebih bersih dan aman untuk ikan.

Dalam teknik ini, bahan kimia tidak ditambahkan, karena akan berpengaruh pada ikan dan tanaman. Oleh sebab itu, hasil panen dari teknik tentunya memberikan hasil yang segar dan sehat.

Ada tiga metode yang digunakan ketika menyaring air dalam teknik ini, yaitu raft, nutrient film technique, dan media tanaman yang diisi kerikil.

Raft yang berarti rakit, dikenal sebagai sistem pelampung atau aliran air dalam. Metode ini bekerja dengan cara menempatkan tanaman di atas air sehingga tanaman bisa menyerap nutrisi, sekaligus membantu memisahkan tanaman dari zat-zat berbahaya di air.

Metode nutrient film technique digunakan untuk menanam tanaman di dalam saluran air. Akar tanaman dialiri lapisan air yang mengandung nutrisi. Lalu ada media tanam kerikil, yaitu menanam tanaman dalam wadah yang diisi kerikil.

4. Rooftop Garden

Rooftop garden (Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service)

Teknik rooftop garden memanfaatkan atap sebagai lahan untuk berkebun. Penataannya pun tidak sulit, karena bisa menggunakan pot. Karena berada di atas, terkena sinar matahari secara langsung, dan juga angin yang cukup kencang, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih tanaman.

Pilih tanaman yang tahan kering, seperti sukulen, butterfly weed, atau semak cemara yang mudah untuk dirawat dan tahan dengan kering. Selain terkena panas secara langsung, ada bagian atap yang sering tertutup dengan bayangan bangunan atau pohon, sehingga jarang terkena matahari, tanaman yang cocok dalam kondisi tersebut adalah hosta dan selada.

Pilih juga tanaman yang menyukai sinar matahari, seperti stroberi, tomat, dan marigold. Selain itu, bisa juga memilih tanaman yang tahan angin, seperti hydrangea dan semak honeysuckle. Pilihlah tanaman sesuai dengan kondisi atap seperti apa.

Teknik ini menawarkan beberapa keuntungan, yaitu dapat menjadi pilihan jika memiliki lahan yang terbatas, mendapatkan sinar matahari lebih banyak, membatasi jenis hama, meningkatkan kualitas udara, hingga dapat menambah estetika bangunan.

5. Kontainer

Petugas merawat tanaman yang dibudidayakan dengan metode container farming di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta, Rabu (3/1/2024). Budi daya tanaman pertanian tanpa tanah dengan menggunakan sinar UV di dalam kontainer tersebut bertujuan sebagai media alternatif untuk bercocok tanam di Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom. Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga

Kontainer menjadi salah media tanam yang berguna jika kamu memiliki lahan yang terbatas, sebab kontainer dapat ditempatkan di mana saja, mulai dari di halaman hingga atap. Jangan lupa untuk memilih ataupun membuat wadah yang memiliki drainase.

Ukuran wadah yang digunakan sesuaikan dengan tanaman apa yang ditanam, seperti wadah yang besar cocok untuk tomat, wadah kecil cocok dengan tanaman kecil seperti selada.

Keunggulan dari teknik ini adalah mudah untuk dipindahkan, memiliki sedikit gulma, dapat menyesuaikan campuran media tanam untuk tanaman tertentu.

Manfaat Urban Gardening

1. Memberikan Ruang Hijau

Sedikitnya jumlah tanaman di perkotaan dapat mengakibatkan kota terasa panas dan kualitas udara yang tidak baik. Menanam tanaman di perkotaan dapat memberikan ruang hijau yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan dengan menurunkan suhu, menyerap polusi, menyerap air, hingga menyediakan pangan.

2. Meredakan Stres

Kehadiran tanaman di lingkungan sekitar, khususnya di perkotaan, dapat membantu untuk meredakan stres. Berkebun dapat membantu seseorang untuk merasa lebih tenang, memberi waktu untuk beristirahat sambil mengamati tanaman, dan juga menjadi cara yang baik untuk bermeditasi.

3. Mengurangi Sampah Organik

Dengan adanya urban garden, sampah organik dapat dikurangi dengan cara diolah menjadi kompos. Sampah organik yang dibuat menjadi kompos dapat membantu untuk memberi nutrisi pada tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan sampah pun berkurang.

4. Meningkatkan Kualitas Udara

Tanaman merupakan penghasil udara bersih yang dapat membantu meningkatkan kualitas udara secara alami di lingkungan sekitar. Selain itu, tanaman juga dapat membantu menyerap karbon dioksida, sehingga udara menjadi lebih bersih dan sejuk.

5. Menghasilkan Makanan yang Segar

Urban gardening menawarkan makanan segar dan bergizi dari tanaman yang dapat dikonsumsi, seperti buah dan sayuran. Makanan yang dihasilkan menjadi segar dan sehat karena dapat memilih menggunakan bahan alami untuk merawat tanaman, serta menghindari penggunaan bahan kimia yang bisa memberi dampak buruk pada jika dikonsumsi.

Selain mendapatkan hasil panen yang segar dan sehat, berkebun juga memberikan sumber makanan dengan harga yang terjangkau, karena dapat panen dari kebun sendiri, tanpa harus membeli buah atau sayur tersebut.

6. Gaya Hidup Sehat

Urban gardening bisa menjadi salah satu cara untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dengan berkebun, tubuh akan melakukan aktivitas fisik, mulai dari menanam tanaman, merawat, hingga panen hasil.

Selain itu, berkebun juga dapat membantu memberikan sumber makanan yang baik dan membuat tubuh menjadi sehat ketika dikonsumsi.

7. Menambah Estetika

Selain dapat membantu memberikan ruang hijau dan udara yang baik, tanaman di tengah perkotaan dapat memberi sentuhan estetik di kota. Sentuhan hijau dari tanaman memberikan daya tarik dan juga membuat tempat terasa lebih nyaman.

Tanaman dapat membuat ruang menjadi lebih menarik, terutama dengan kehadiran tanaman hias yang memiliki penampilan cantik yang menarik perhatian dan membuat ruangan menjadi lebih indah.