Indramayu –
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu dalam beberapa hari terakhir kembali memunculkan persoalan banjir di pusat kota. Bupati Indramayu Lucky Hakim langsung turun dan menemukan penyebabnya.
Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan tergenang air, di antaranya Jalan DI Panjaitan, Jalan Letjen S Parman, Jalan Sudirman, Jalan Pahlawan, hingga beberapa ruas jalan lainnya.
Tak hanya jalan protokol, banjir juga merendam kawasan permukiman warga, mulai dari Kelurahan Margadadi hingga Desa Tambak.
Lucky Hakim langsung turun ke lapangan untuk melihat secara langsung titik-titik sumbatan air, Rabu (28/1/2026). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI) 2, Kelurahan Margadadi, yang merupakan titik pertemuan aliran air dari berbagai kawasan perumahan.
Dari hasil peninjauan, Lucky menyebutkan bahwa besarnya debit air akibat curah hujan tinggi tidak diimbangi dengan kondisi saluran pembuangan yang memadai.
Ia menemukan adanya pendangkalan serta penyempitan saluran air, sehingga aliran tidak berjalan optimal dan menyebabkan genangan di permukiman warga.
“Debit airnya memang besar, tapi saluran pembuangan mengalami pendangkalan dan penyempitan. Ini membuat air meluap ke pemukiman,” ujar Lucky, Jumat (30/1/2026).
Selain itu, Lucky juga menyoroti adanya proyek pembangunan saluran air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang belum rampung. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kelancaran aliran air di beberapa titik.
“Ditambah lagi ada pembangunan beberapa saluran air di BBWS yang belum selesai. Jadi akhirnya ada beberapa efek, tapi mungkin setelah selesai semuanya akan lebih lancar karena ini memang sedang proses,” jelasnya.
Menurut Lucky, faktor lain yang turut memicu banjir adalah perbedaan elevasi saluran air di beberapa lokasi, serta pesatnya pertumbuhan perumahan baru yang belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem drainase yang memadai.
Untuk menangani persoalan ini, Lucky mengajak berbagai unsur terkait, mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKPP), BPBD, hingga BBWS agar penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi.
Dalam jangka pendek, ia memerintahkan normalisasi saluran drainase dan pengerahan mesin pompa air agar genangan dapat segera surut. Ia juga menegaskan agar ke depan proses perizinan pembangunan perumahan dilakukan lebih selektif dengan mempertimbangkan sistem drainase.
“Saya juga minta BPBD untuk siaga dan segera bertindak apabila terdapat titik-titik genangan yang membutuhkan penanganan cepat,” tegas Lucky.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah teknis, salah satunya dengan membuat sodetan Kali Ceblok di kawasan Pantai Pataya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Sodetan ini bertujuan memperlancar pembuangan air langsung menuju laut,” kata Maulana kepada , Jumat (30/1/2026).
Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir di pusat kota, khususnya di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Samsu, hingga wilayah Tambak.
Selain pembuatan sodetan, PUPR juga melakukan pembersihan eceng gondok di Sungai Ceblok serta berkoordinasi dengan BBWS Citarum dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk mengantisipasi potensi tanggul jebol.
Maulana pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah banjir, salah satunya dengan tidak mendirikan bangunan di atas saluran air.
“Kami mohon dukungan masyarakat agar tidak membangun di atas saluran air demi kepentingan bersama, menuju Indramayu yang bebas genangan,” pungkasnya.
