Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan menetapkan status level merah atau ‘awas’ untuk wilayah Sukabumi.
Pantauan infoJabar di lokasi, tepatnya di kawasan Gadobangkong, Palabuhanratu, Rabu (21/1/2026), suasana pesisir tampak mencekam. Langit tertutup mendung tebal berwarna abu-abu pekat yang menyelimuti nyaris seluruh kawasan teluk.
Angin kencang terasa bertiup sangat kuat, memicu gelombang tinggi yang menghantam area tanggul pembatas. Sebuah spanduk peringatan berwarna merah bertuliskan “DILARANG MEMASUKI KAWASAN INI BERBAHAYA !!!” tergeletak di bibir pantai.
Di tengah laut, sejumlah bagan apung milik nelayan terlihat terombang-ambing hebat karena ombak besar.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Kondisi di lapangan ini juga selaras dengan peringatan dini BMKG periode 21-23 Januari 2026, di mana Kabupaten Sukabumi menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang masuk kategori ‘awas’ (sangat lebat-ekstrem).
Data maritim juga mencatat gelombang di Perairan Sukabumi mencapai ketinggian 2.5 hingga 4.0 meter dengan kecepatan angin ekstrem hingga 36 knot (66 km/jam).
Menanggapi kondisi visual yang mengkhawatirkan dan data BMKG tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana, meminta seluruh pihak untuk siaga.
“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk tetap berhati hati serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Eki, Rabu (21/1/2026).
Eki menekankan bahwa dinamika cuaca saat ini sangat fluktuatif dan membawa berbagai ancaman bencana.
“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan cepat, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, gelombang tinggi hingga pohon tumbang,” paparnya.
Secara khusus, Eki meminta masyarakat pesisir untuk mewaspadai genangan air akibat pasang laut, terutama di dataran rendah dan tepian sungai. Warga diimbau segera mengamankan barang-barang penting di rumah dari potensi genangan tersebut.
Sementara bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di pinggir laut, seperti bongkar muat dan tambak, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Eki menyarankan agar mereka mempertimbangkan untuk tidak melaut jika kondisi gelombang sedang tinggi. Terakhir, ia mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau pemerintah daerah setempat.
BMKG sendiri memprediksi cuaca buruk ini masih berpotensi terjadi hingga Jumat (23/1) mendatang.
