Jejak Berdarah Konflik Macan Vs Manusia: Pacet hingga Sumedang

Posted on

Bandung

Seekor macan tutul turun ke permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2) kemarin. Dalam kejadian ini, dua warga setempat menjadi korban setelah diserang satwa liar dilindungi ini.

Tak hanya di Kabupaten Bandung, kasus konflik manusia melawan macan juga pernah terjadi pada 2022 di Sumedang. Dalam kejadian itu, tiga warga Sumedang menjadi korban serangan macan kumbang.

Berikut rangkuman dua kejadian konflik macan dan manusia yang dihimpun :

Dua Warga Pacet Alami Luka

Dua warga Pacet dilaporkan mengalami luka setelah diterkam macan tutul. Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi. Warga mengetahui kemunculan hewan tersebut sejak pagi hari.

“Iya, warga menemukan macan tutul masuk kampung. Ukurannya kira-kira seperti kambing,” kata Apen saat dikonfirmasi awak media.

Apen mengungkapkan macan tutul tersebut memasuki area padat penduduk. Menurutnya, ada warga yang sempat mencoba menangkap namun hewan tersebut justru langsung menerkamnya.

“Iya, ada dua warga sempat terluka. Mereka mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke puskesmas,” katanya.

Satu dari dua korban, yakni Ujang Anis, mengisahkan saat dirinya diserang macan tutul. Pria berusia 42 tahun itu tidak pernah menyangka dalam hidupnya bisa bertarung melawan macan tutul. Aksi heroiknya mengakibatkan luka di tangan dan menyelamatkan sejumlah anak-anak dari terkaman.

Saat kejadian, Ujang tengah berjalan di lokasi kemunculan macan tutul. Namun secara tiba-tiba dia terkejut mendengar teriakan warga yang melihat macan tutul melintas.

“Saya bertanya karena banyak orang. Saya tadinya hampir tidak percaya. Masa di kota (permukiman) ada harimau. Biasanya harimau itu ada di hutan. Pas dilihat ternyata benar,” kata Ujang.

Macan tutul mengaum saat hendak dievakuasi warga di Pacet, Kabupaten Bandung Foto: Istimewa/ dok warga Pacet

Setelah itu ia melihat ada sekelompok anak-anak yang akan dikejar oleh macan tutul. Dia langsung memutuskan untuk menahan dan menghadang macan tutul tersebut agar anak-anak tidak diterkam.

“Lalu saya ke depan menghadang anak-anak, daripada macan menerjang mereka. Lalu saya yang bertarung melawan macan itu,” terangnya.

Ujang mengaku setelah itu macan tersebut langsung memberikan perlawanan hingga mencakar dirinya. Kemudian pertarungan masih terjadi karena ia terpojok di teras rumah warga dan tertutup gerbang pagar.

“Harimau itu langsung mencakar dan berdiri tegak. Ya, tingginya sejajar leher saya saat berdiri. Macan tutul itu. Orang-orang bukannya menolong saya, malah kabur. Pas gerbang tertutup, saya cuma sendirian menghadapi macan itu,” jelasnya.

Menurutnya, pertarungan di dalam teras rumah warga berlangsung hingga beberapa menit. Ia mengatakan, pertarungan itu berakhir ketika ada warga yang membuka gerbang dan macan tersebut kabur ke rumah warga lainnya.

“Iya di teras rumah. Sepertinya macan itu ingin masuk ke dalam pintu rumah, tetapi tertutup. Jadi dia mencakar, terus tertepis. Terus dia mencakar di bagian ini (dada kanan). Setelah itu langsung menggigit di tangan kanan, ada sekitar dua gigitan. Jadi tangan agak sobek,” ungkapnya.

Nyawa Tiga Warga Sumedang Nyaris Melayang Diserang Macan Kumbang

Serangan seekor macan kumbang juga pernah terjadi di Kabupaten Sumedang. Tiga warga di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, menjadi korban serangan macan kumbang yang terjadi pada Rabu, 7 September 2022.

Kejadian mengerikan itu terjadi saat salah satu korban yakni Udes Saepudin (32) dan dua rekannya tengah bekerja di kebun alpukat yang berjarak dua kilometer dari permukiman warga.

Penampakan mayat macan kumbang yang serang warga. Foto: Istimewa

Udes mengisahkan, saat itu dia yang sedang sendirian melihat seekor macan kumbang yang sedang memangsa unggas. Udes yang ketakutan hendak melarikan diri. Namun niatnya tidak tercapai karena macan itu keburu menerkamnya.

“Awalnya saya lagi kerja di kebun tiba-tiba ada macan menyerang ternak, tiba-tiba menyerang saya,” tutur Udes saat ditemui di kediamannya.

Terkaman macan kumbang itu membuatnya tumbang. Udes jatuh hingga kepalanya membentur batu.

Melihat hal itu, rekan Udes, Adi (38) mencoba menolong. Namun Adi justru ikut diserang. Begitu juga dengan Didin (52).

“Pertama menyerang saya dulu, terus datang teman saya (Adi), diserang juga. Lalu datang lagi Didin, sama diserang juga kita bertiga,” ujarnya.

Udes menyebut, ia berupaya sekuat tenaga melepaskan diri dari terkaman macan kumbang tersebut. “Saya bela diri, daripada jadi korban. Bela diri sekuat tenaga,” kata dia.

Macan kumbang seukuran domba itu akhirnya takluk setelah Udes dan temannya memiting leher macan dan membawanya ke sungai yang ada di lokasi. Macan itu ditenggelamkan hingga mati.

“Dimasukin ke air, tenggelam (mati),” tambah Udes.

Halaman 2 dari 2