Bandung –
Ritual pencarian peti harta karun di Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung berakhir petaka. Dua orang tewas tewas tertimpa galian pada Rabu (4/2) malam.
Berikut sederet fakta dalam kejadian ini:
Membuat Kolam Renang
Peristiwa ini terjadi ketika korban berinisial MHN (25) telah menyelesaikan penggalian tanah sedalam kurang lebih dua meter. Awalnya, lubang itu diperuntukan untuk kolam renang.
Tak berselang lama, datang RY (40) dan FH (47) Rencananya mereka akan melakukan ritual tertentu untuk mencari harta karun yang ada di dalam galian tersebut.
“Berdasarkan keterangan di lapangan, FH dan RY kemudian turun ke dasar galian, yang diduga hendak melakukan ritual tertentu atas permintaan pihak keluarga,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung Soni Bakhtiyar.
Pondasi Roboh
Menurut Sony, terjadi kegagalan struktur pada lantai bangunan di sisi galian. Tembok bekas dudukan mesin huller padi dengan volume 1,125 m³ dan bobot mencapai 1.125 kg runtuh seketika karena kondisi pondasi yang tidak stabil setelah tanah di bawahnya digali.
“Reruntuhan material beton tersebut jatuh langsung ke dalam lubang dan menimpa MNH dan RY. Di saat bersamaan, material lantai di sisi lain juga ikut roboh dan mengenai FH, namun FH berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan tersebut,” ungkapnya.
Dalam kejadian ini petugas berhasil mengangkat satu beton diposisi yang tidak stabil dan membahayakan. Penanganan ini dilakukan hampir selama tiga jam.
Polisi: Cari Harta Karun
Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri membenarkan kejadian itu. Menurut Yusuf, ritual yang dilakukan korban merupakan ritual untuk mencari harta karun.
Menurutnya sebulan lalu korban mendapatkan bimbingan untuk melakukan ritual mencari harta karun dari seorang perempuan berinisial FH. Dalam kejadian ini, korban diminta untuk menggali beberapa titik yang ada di dekat lokasi penggilingan padi.
“Kata si FH bahwa di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam (galian) dua korban kepeleset dan tertimpa tanah,” katanya dihubungi wartawan.
Kronologi Lengkap Masih Didalami
Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berinisial FH tersebut. Polisi juga masih melakukan serangkai penyelidikan untuk mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia.
“Masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” ujarnya.
Penjelasan Ketua RW
Yeti, selaku Ketua RW 5 mengatakan, dari informasi keluarga korban tertimbun material di lokasi tempat pembuatan kolam ikan dan lokasi.
“Beda informasi, ada yang mengatakan buat kolam ikan dan ada informasi untuk mencari titik air, tapi kita tidak tahu tujuannya untuk apa,” kata Yeti kepada .
Tak Terima Laporan Cari Harta Karun
Yeti memastikan, tidak ada laporan korban tertimbun saat hendak mencari harta karun.
“Informasi harta karun enggak, katanya untuk kolam ikan dan cari titik air. Itu informasi dari adiknya,” ungkapnya.
Lokasi Kejadian Milik Korban
Yeti menyebut, lokasi kejadian merupakan tanah milik orang tua korban pria. Sementara korban perempuan warga luar Antapani.
“Korban pria yang tinggal di rumah itu, perempuan yang meninggal bukan orang sini,” ujarnya.
Menurut Yeti saat dia datang ke TKP. Petugas sedang melakukan proses evakuasi terhadap korban selamat. Sedangkan dua korban lain masih tertimbun.
“Pas saya ke sana, perempuan yang selamat sudah diangkat. Luka di kaki dan kepala, kemarin sempat dikompres,” pungkasnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
