Tasikmalaya –
Deretan kursi di Opp Room Kantor Bupati Tasikmalaya terisi penuh, Selasa (3/2/2026). Bukan hanya pejabat yang datang mengenakan seragam dinas, tetapi juga keluarga yang sengaja hadir sejak pagi. Ada yang menggenggam tangan pasangan, ada pula anak-anak yang duduk tenang menunggu orang tuanya dipanggil ke depan.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin langsung pengambilan sumpah dan pelantikan 14 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Saat nama-nama pejabat disebut, beberapa pasang mata di kursi undangan terlihat berkaca-kaca.
Pelantikan kali ini mencuri perhatian karena dua jabatan strategis diisi oleh ASN yang sebelumnya bertugas di luar Kabupaten Tasikmalaya. Mereka mengisi posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Perumahan Permukiman, dan Lingkungan Hidup.
Cecep menyebut kondisi tersebut sebagai hal yang wajar dalam sistem seleksi terbuka. Ia justru menilai tingginya peminat dari luar daerah sebagai tanda bahwa Kabupaten Tasikmalaya mulai dilirik.
“Justru saya senang, karena ada yang mendaftar dari Kementerian Agama, Maritim, dari luar. Untuk tugas posisi ini yang daftar ada 19 orang. Beberapa diantaranya dari luar Tasik,” ungkap Cecep.
Menurutnya, jika tidak ada peminat dari luar daerah, justru itu yang patut dipertanyakan. Sebab, keterbukaan seleksi semestinya memberi ruang seluas-luasnya bagi ASN yang memenuhi syarat, dari mana pun asalnya.
Cecep menegaskan, proses pengisian jabatan tidak dilakukan secara singkat. Seleksi dilalui melalui berbagai tahapan dan rekomendasi, mulai dari tingkat provinsi hingga pusat, termasuk melibatkan unsur akademisi.
Namun, di balik optimisme itu, Cecep juga menyampaikan pesan tegas kepada ASN di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Masuknya pejabat dari luar daerah, kata dia, harus menjadi pemacu semangat sekaligus pengingat.
“Di satu sisi menjadi kebahagiaan atau capaian bahwa kinerja kita diapresiasi dari luar, tapi di sisi lain menjadi ancaman, kalau bahwa organisasi itu begitu. Jadi ancaman bagi yang malas, karena sekarang kinerjanya ada dalam dashboard e-kinerja ASN,” tambah Cecep.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk langsung beradaptasi dan fokus pada pekerjaan. Menurutnya, jabatan bukan sekadar simbol kepercayaan, melainkan tanggung jawab yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Iing Farid Khozin menyampaikan, 14 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, empat pejabat administrator, dan tujuh pejabat pengawas.
Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut yakni Dr Rubi Azhara SSTP MSi sebagai Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Deden Ramdan Nugraha ST MM sebagai Kepala DPUTRPP-LH, serta Wandi Herviandi SPd MSi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
