Antam Tegaskan Tidak Ada 700 Korban Tewas di Tambang Pongkor

Posted on

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan mengenai dugaan ledakan di area tambang serta klaim adanya ratusan korban jiwa di lokasi tambang.

Dalam keterangan tertulisnya, Antam menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Perusahaan memastikan tidak ada kejadian ledakan, tidak ada kebocoran gas berbahaya, dan tidak terdapat korban jiwa maupun karyawan yang terjebak di dalam area tambang.

“Antam meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa. Informasi tersebut keliru dan kemungkinan merujuk pada nama salah satu portal tambang, yakni Portal L.700 Ciurug, yang saat ini sudah tidak digunakan untuk kegiatan operasi penambangan,” tulis perusahaan dalam siaran pers yang diterima infoJabar, Rabu (14/1/2026)

Antam menjelaskan peristiwa yang terekam dalam video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa munculnya asap di area tambang bawah tanah L.600 Ciurug, yang terdeteksi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.

Asap tersebut diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga, yang menyebabkan peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di atas ambang aman. Dalam kondisi normal, ambang aman CO berada di angka 25 ppm, sementara saat kejadian tercatat mencapai 1.200 ppm, yang dinilai sangat berbahaya apabila terpapar.

Sesuai dengan prosedur keselamatan kerja, perusahaan segera melakukan penghentian sementara aktivitas di area terdampak, melakukan penyesuaian sistem ventilasi, serta isolasi area kerja guna mencegah paparan terhadap para pekerja. Penanganan dilakukan secara bertahap hingga kondisi dinyatakan aman, dan hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung.

Antam menegaskan seluruh langkah tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan. Seluruh pekerja berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap dalam kendali.

Perseroan menambahkan bahwa kegiatan usaha senantiasa dijalankan dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice, serta terus berkoordinasi dengan aparat dan para pemangku kepentingan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, polisi masih mendalami peristiwa munculnya kepulan asap beracun di lokasi. Sejauh ini, penyebab pasti munculnya asap tersebut belum dipastikan.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan, proses penelusuran masih berlangsung. Adapun saat ini, fokus pada identifikasi titik awal munculnya asap di dalam lubang tambang.

“Titik munculnya asap itu dari mana, masih ditelusuri oleh tim Antam,” kata Wikha, Rabu (14/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Namun hingga kini, tim teknis belum dapat memeriksa langsung ke lokasi sumber asap karena kondisi udara di dalam tambang belum aman.

“Pihak Antam belum bisa masuk ke lokasi sumber asap. Tadi sudah disampaikan bahwa kadar karbon monoksida masih belum memungkinkan tim memasuki lokasi,” jelasnya.

Polisi terus berkoordinasi dengan manajemen PT Antam dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan kerja dan menjamin keselamatan personel yang bertugas.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi tambang masih diawasi ketat dan proses evaluasi teknis terus berlanjut sambil menunggu kondisi udara di dalam tambang dinyatakan aman.

Masih Ditelusuri