Garut –
Sebanyak 177 bus antar kota dalam provinsi (AKDP) bersiap untuk mengangkut penumpang dari dan menuju Garut di momen mudik lebaran Idulfitri 2026. Pemerintah mulai memeriksa kondisinya hari ini.
Menurut Kepala Terminal Guntur Malati Garut Bangbang Argo, saat ini tersedia sebanyak 177 bus AKDP di terminal yang diperuntukan untuk mengangkut pemudik. “Terdiri dari 152 bus angkutan inti, dan 25 bus cadangan,” kata Argo kepada wartawan di Terminal Garut, Tarogong Kidul, Selasa, (10/3/2026).
Argo memprediksi para pemudik bakal mulai memadati Terminal Guntur Malati Garut pada tanggal 18 Maret mendatang, atau H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. “Kalau situasi di H-10 ini masih sepi,” kata Argo menambahkan.
Arrgo mengatakan pemudik yang berangkat dan tiba di Terminal Guntur Malati Garut sendiri diprediksi akan lebih banyak ketimbang tahun lalu, karena bertepatan dengan momen liburan. “Prediksi kami akan terjadi peningkatan dibanding tahun lalu, karena sekarang bertepatan libur sekolah dan cuti bersama Hari Suci Nyepi,” katanya.
Pengecekan Armada-Sopir Dites Urine
Selasa, (10/3) pagi ini, personel gabungan dari Polres Garut dan Dinas Perhubungan melakukan pengecekan terhadap kelaikan kendaraan angkutan dan kesehatan sopir yang dikerahkan untuk mengangkut pemudik.
KBO Sat Lantas Polres Garut Ipda Ade Sulaeman menjelaskan, pengecekan meliputi pemeriksaan administrasi hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan. “Kita periksa secara menyeluruh. Mulai dari spion, wipper, lampu sein, kemudian administrasi kendaraannya,” kata Ade.
Ade mengatakan, berdasarkan hasil pengecekkan ada sejumlah bus yang ditandai karena beberapa ketidaklengkapan pada kendaraan tersebut. “Catatan yang kita temukan di antaranya ada armada yang lampu seinnya tidak nyala. Kemudian ada juga yang di dalam busnya tidak ada APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Itu sudah kita lakukan teguran dan akan segera dilengkapi oleh pihak penyedia,” katanya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Selain pengecekan kondisi kendaraan, para sopir juga tidak luput dari pemeriksaan. Seratusan sopir bus mengikuti uji kesehatan yang dilakukan petugas dari Dinkes dan Dokkes Polres Garut.
“Untuk pemeriksaan sopir meliputi pengecekkan kondisi kesehatan, tes urin, surat-surat berkendaranya juga ikut diperiksa,” ungkap Ade.
Mudik Lebih Awal Agar Terhindar Macet
Meskipun saat ini terminal masih sepi, tapi faktanya ada masyarakat yang mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan di jalanan. Di antaranya, adalah Nita, wanita berumur 31 tahun asal Jakarta.
Berbincang dengan di Terminal Guntur Garut, Nita mengaku mempercepat keberangkatannya dari Garut menuju Jakarta untuk menghindari kemacetan.
“Saya mau pulang ke Jakarta. Sengaja hari ini, supaya tidak macet di jalan. Kebetulan sudah dapat izin juga dari pimpinan di tempat kerja,” ungkap ibu dua anak tersebut.
Nita menggunakan angkutan umum bersama dua anaknya, untuk menuju Jakarta. Dibanding kendaraan pribadi, kendaraan umum dinilai lebih nyaman dan tenang untuk melaksanakan perjalanan jauh.
“Pakai (kendaraan) umum kan bisa santai tidak harus nyopir,” pungkas Nita.
