Bandung Barat –
Wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi akan dilintasi pemudik, baik yang menggunakan mobil maupun sepeda motor, menjelang momen Idulfitri 1447 Hijriah.
Menghadapi pergerakan pemudik, Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat mengoperasikan kamera Area Traffic Control System (ATCS). Nantinya, petugas akan bersiaga di ruang kontrol ATCS untuk mengawasi arus mudik Lebaran 2026 tersebut.
“Untuk ATCS pastinya kita operasikan mengawasi arus mudik nanti. Ada 129 kamera di 59 titik persimpangan dan jalur arteri,” kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan, Jumat (6/3/2026).
Kamera tersebut terpasang mulai dari Jalan Raya Cipatat hingga ke daerah Padalarang, Batujajar, serta di kawasan Lembang. Sementara itu, pemudik diprediksi bergerak dari arah Cianjur, Purwakarta, dan keluar Tol Soroja menuju arah timur Bandung.
“Kemudian untuk personel yang disiagakan ada 120. Jadi ketika ada sesuatu bisa terpantau dari ATCS, nanti personel di lapangan bisa langsung digeser ke titik tersebut,” kata Ridwan.
Arus mudik yang melewati jalur Bandung Barat diprediksi mulai terjadi pada 14 Maret mendatang. Adapun gelombang kedua pergerakan pemudik diperkirakan berlangsung pada 18-19 Maret.
“Dari 14 Maret mulai melonjak arus mudik, kemudian gelombang kedua di 18-19 Maret karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Tapi mulai dari sekarang kita sudah menyiapkan semua sarana dan prasarananya,” kata Ridwan.
Menghadapi arus mudik nanti, selain menempatkan personel di tiga Pos Pengamanan (Pospam), yakni Pospam Lembang, Padalarang, dan Cihampelas, Dishub juga menyiapkan fasilitas penunjang untuk membantu pemudik yang mengalami kendala kendaraan.
“Kita siapkan mobil derek, kemudian ada kendaraan dinas roda dua supaya bisa membantu kelancaran mudik. Kalau ada yang mengalami kendala di jalan, tentunya kita langsung bantu,” kata Ridwan.
“
