Warga di kaki Gunung Gede Pangrango menyita dan menyegel satu unit alat berat yang diduga akan digunakan untuk membuka akses jalan menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geothermal.
Tindakan tersebut merupakan bentuk penolakan warga terhadap proyek geothermal di kawasan Gunung Gede Pangrango. Warga mengklaim tidak mendapatkan informasi resmi terkait pengerahan alat berat tersebut ke wilayah mereka.
Tokoh warga setempat, Aryo Prima mengungkapkan alat berat tersebut melintasi Kampung Pasircina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet pada Minggu (11/1/2025) dini hari.
“Keberadaan alat berat itu diketahui oleh warga yang sedang ronda malam. Alat tersebut melintas di jalan RT 02 dan RW 03,” ujar Aryo, Senin (12/1/2025).
Menurutnya, alat berat tersebut rencananya akan digunakan untuk pelebaran jalan menuju proyek geothermal. Namun, rencana aktivitas tersebut tidak disosialisasikan kepada warga sekitar.
“Diduga untuk pelebaran jalan karena jalurnya sempit, sedangkan untuk menuju lokasi, lebar jalan harus 12 meter. Kami menyayangkan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya kepada warga,” kata Aryo.
Ia menyebut warga akhirnya menahan dan menyita sementara alat berat tersebut di sebuah lapangan terbuka sebagai bentuk protes.
Warga awalnya berharap perwakilan pemerintah atau perusahaan datang untuk berdialog terkait aktivitas tersebut. Namun, hingga Senin sore, tidak ada satu pun perwakilan yang datang menemui warga.
“Kami tegas menolak proyek ini. Apalagi beberapa hari lalu ada kesepakatan bahwa tidak boleh ada aktivitas apa pun sebelum dialog dengan semua pihak dilakukan. Namun, kesepakatan itu dilanggar, makanya alat berat ini kami sita dan segel,” pungkasnya.
