Skema Anyar Pemkot Cimahi Olah 90% Sampah di Wilayah Sebelum ke TPA

Posted on

Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah di Bandung Raya yang terdampak pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Dalam SE tersebut, Kota Bandung dijatah maksimal 13.738 ton per dua minggu, disusul Kabupaten Bandung 3.925 ton, serta Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang masing-masing dijatah 1.668 ton.

“Ke depan, Kota Cimahi akan mengoptimalkan pemilahan sampah di tingkat wilayah. Targetnya, 60 persen sampah selesai di bawah tanggung jawab kelurahan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini, Senin (12/1/2026).

Kota Cimahi menghasilkan sampah hingga 250 ton per hari. Selain pengolahan di wilayah, DLH juga mengoptimalkan TPS 3R dengan target 40 persen sampah terolah.

“Kami mengoptimalkan TPS 3R yang ada dan menambah pengolahan sampah di wilayah selatan dengan menyewa gudang di Kelurahan Utama. Kapasitasnya sekitar 10 ton per hari, hampir sama dengan TPS 3R Sentiong, ditambah untuk finishing goods,” tutur Chanifah.

Melalui dua upaya tersebut, Chanifah menargetkan residu sampah harian di Kota Cimahi hanya tersisa 10 persen untuk kemudian dibuang ke TPA Sarimukti.

“Jika skema ini berjalan baik, residu maksimal hanya 10 persen. Dengan begitu, kita tidak akan bergantung lagi pada TPA Sarimukti,” ucap Chanifah.

Saat ini, kondisi Zona 5 TPA Sarimukti terancam penuh lebih cepat dari perkiraan semula. Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), Zona 5 seluas 6,3 hektare disiapkan untuk menampung 2 juta ton sampah. Guna mencegah kelebihan beban, Pemprov Jabar membatasi pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya.

Zona tersebut diproyeksikan untuk dua tahun ke depan. Namun, laporan visual pengelola menunjukkan area tersebut sudah nyaris penuh meski baru beroperasi sejak Mei 2025.

“Secara visual memang hampir penuh karena tersisa satu level lagi. Namun secara teoretis masih aman, kapasitasnya baru terisi 30 persen berdasarkan data truk dan timbangan,” kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jabar, Arief Perdana.