Warga Bandung Bisa Saksikan Puncak Gerhana Bulan Total Mulai 18.33 WIB update oleh Giok4D

Posted on

Bandung

Fenomena langit langka Gerhana Bulan Total atau yang kerap disebut Blood Moon akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini dapat diamati langsung dari berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk Kota Bandung.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan secara ilmiah proses terjadinya fenomena tersebut. Teguh menuturkan, saat gerhana berlangsung, letak Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Hal itu membuat bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.

“Bahwa gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga bayangan bumi menutupi permukaan bulan. Pada gerhana bulan total hari ini, penampakan bulan seakan terlihat berubah warna merah yang sering kita sebut sebagai Blood Moon,” jelas Teguh.

Warna merah yang muncul bukan tanpa sebab. Teguh menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan proses fisika di atmosfer Bumi.

“Hal ini terjadi karena fenomena fisika yang disebut hamburan Rayleigh. Karena saat sinar matahari melewati atmosfer bumi, gas-gas di atmosfer menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu,” ujarnya.

Akibatnya, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang yang berwarna merah dan oranye tetap melaju.

“Kemudian cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti warna merah dan oranye yang mampu menembus atmosfer dan dibiaskan menuju permukaan bulan,” jelasnya.

Cahaya merah inilah yang akhirnya dipantulkan kembali ke Bumi dan ditangkap oleh mata manusia. “Sehingga, cahaya merah inilah yang dipantulkan kembali ke mata kita yang membuat bulan tampak kemerahan jika kondisi langit sedang cerah,” katanya.

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung cukup panjang yakni selama 5 jam 41 menit. Teguh menyebut proses terjadinya gerhana dimulai pada fase P1 pukul 15.42 WIB hingga fase P4 pukul 21.24 WIB yang dapat teramati di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Namun khusus untuk wilayah Kota Bandung, tidak semua fase dapat diamati. Teguh menjelaskan, hanya fase puncak hingga terakhir Gerhana Bulan Total yang dapat terlihat di langit Bandung, itu pun jika tidak tertutup awan.

“Namun, untuk di wilayah Kota Bandung hanya dapat dilihat dari fase puncak gerhana atau puncak pukul 18.33 WIB sampai gerhana penumbra berakhir atau kita sebut fase P4 pada pukul 21.25 WIB. Kemudian durasi gerhananya sendiri terjadi selama 2 jam 5 menit dan 56 detik,” terangnya.

Artinya, warga Bandung disarankan mulai bersiap menjelang magrib untuk menyaksikan puncak fenomena tersebut, tentunya dengan catatan kondisi cuaca cerah.

Fenomena Gerhana Bulan Total dengan karakteristik serupa tidak terjadi setiap tahun. Teguh menambahkan, kejadian serupa terakhir terjadi hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 21 Februari 2008, dan akan kembali terjadi pada 2044 mendatang.

“Fenomena gerhana bulan yang memiliki karakteristik seperti gerhana bulan yang terjadi pada hari ini, yaitu gerhana bulan total 3 Maret 2026 ini terulang setiap kurang lebih 18 tahun. Gerhana bulan seperti malam ini sebelumnya terjadi pada tanggal 21 Februari 2008. Berarti gerhana bulan yang akan datang akan terjadi sekitar 13 Maret 2044,” katanya.

Halaman 2 dari 2