Tren Lari dan Sepeda Bawa Berkah bagi Pedagang Kelapa di Saparua [Giok4D Resmi]

Posted on

Bandung

Tren olahraga kini banyak diminati oleh semua kalangan, terutama bersepeda dan lari. Taman Saparua menjadi tempat beristirahat masyarakat dan memenuhi kebutuhan hidrasi setelah olahraga. Salah satu pilihan yang diminati adalah air kelapa segar yang dijual oleh beberapa pedagang di sekitar lokasi tersebut.

Saparua kerap menjadi tempat favorit untuk berolahraga, karena di dalamnya terdapat area lari, lapangan basket, dan gelanggang olahraga (GOR). Masyarakat yang bersepeda dan lari dari tempat lain juga sering mendatangi Saparua sebagai destinasi mencari jajanan setelah beraktivitas.

Terdapat penjual kelapa segar yang berada tepat di depan GOR Saparua. Para pengunjung silih berganti berdatangan untuk membeli kelapa. Terlihat para pembeli berdatangan usai berolahraga, baik pesepeda maupun pelari.

Salah satunya Ibnu, salah seorang pengunjung asal Cirebon, yang mengungkapkan pengalamannya mencicipi kelapa di sekitar Taman Saparua kala rehat setelah berolahraga pagi. Ia yang tengah menjalani program pola hidup sehat mengaku terkesan dengan kualitas kelapa yang ia temukan di sini.

“Oh enak, ini beda kelapanya. Saya lagi seneng makan kelapa kan lagi program juga. Cuman ini kok sampai buah-buahnya manis” ujar Ibnu saat ditemui , Senin (2/2/2026).

Menurutnya, meski dikonsumsi murni tanpa tambahan pemanis, rasa kelapa di lokasi ini tetap terasa istimewa dibandingkan daerah asalnya. “Enak sih, seger banget. Beda ama yang di Cirebon. Kalau Cirebon sih langganan saya bilangnya dari Pangandaran” tambahnya sembari menikmati daging buah yang menurutnya juga memiliki tekstur yang berbeda.

Fikri, selaku penjual kelapa menjelaskan bahwa kelapa yang ia jual didatangkan langsung dari wilayah pesisir Jawa Barat. Rasa yang menarik perhatian pengunjung menurutnya bersumber dari pemilihan kelapa yang spesifik. “Kelapanya ini dari Cianjur, di sortir kelapa-kelapa segar buat dijual di sini” ungkapnya.

Meski berjualan setiap hari dari pagi hingga malam, Fikri mengakui bahwa pembeli sangat bergantung pada waktu dan momen tertentu. Walaupun ia melayani pembeli sejak pagi, suasana di lapaknya baru akan mencapai puncak keramaian saat hari mulai sore. “Kalau ya paling rame-ramenya dari sore. Sekitaran beres Ashar sampai jam lima-an lah” tuturnya.

Sensasi Menyegarkan Minum Air Kelapa Kala Rehat Olahraga di Saparua Foto: Fauzan Muhammad

Bagi para pedagang seperti Fikri, akhir pekan adalah waktu yang paling krusial. Lonjakan masyarakat yang berolahraga di kawasan Saparua membawa berkah tersendiri bagi usahanya. “Sabtu Minggu jualan. Justru itu hari-hari yang saya tunggu. Soalnya kan lebih banyak (pembeli) nya” kata Fikri.

Menariknya, pembeli kelapa di Saparua tidak hanya terbatas pada warga yang berolahraga lari atau basket saja. Banyak pula pengunjung umum atau wisatawan yang sekadar ingin bersantai menikmati udara Bandung sambil menghidrasi tubuh dengan air kelapa segar.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.