Ciamis –
PSGC Ciamis siap bertarung habis-habisan saat menghadapi Dejan FC pada babak semifinal Liga Nusantara 2025/2026. Duel penentuan ini akan digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026), kick-off pukul 15.00 WIB.
Laga ini bernilai sangat krusial. Pemenang pertandingan langsung mengamankan tiket promosi ke Liga 2 (Championship) sekaligus melangkah ke partai final. Sementara tim yang kalah masih memiliki peluang lewat jalur play-off promosi atau perebutan posisi ketiga. Apabila kalah, atau juara empat harus bertahan di Liga Nusantara.
Asisten Pelatih PSGC Ciamis Dicky Aditya menegaskan, target promosi yang sudah dicanangkan sejak awal musim membuat timnya tak punya pilihan selain tampil maksimal.
“Ini kesempatan besar. Kami siap bermain habis-habisan,” ujar Dicky alias Jong, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Dicky mengakui laga semifinal tidak akan berjalan mudah. Dejan FC dinilainya sebagai tim dengan kualitas mumpuni, terlebih mereka merupakan kontestan Liga 2 musim lalu dengan mayoritas pemain inti yang masih dipertahankan.
“Dejan FC tim yang sangat bagus. Mereka punya pengalaman bermain di Liga 2 dan materi pemainnya masih kuat. Ini akan jadi pertandingan yang sangat menarik,” katanya.
Menghadapi lawan sekelas Dejan FC, PSGC Ciamis telah menyiapkan skema permainan khusus. Fokus utama diberikan pada disiplin bertahan, tanpa mengesampingkan agresivitas saat menyerang.
“Skema sudah kami siapkan. Kuncinya disiplin, terutama saat bertahan,” ucapnya.
Terkait kondisi skuad, Dicky memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi prima dan siap diturunkan.
“Alhamdulillah kondisi pemain aman. Semua siap tempur,” ujarnya.
Evaluasi latihan juga terus dilakukan jelang laga. PSGC berharap kerja keras di sesi persiapan bisa berbuah manis di lapangan.
“Mudah-mudahan besok bisa cetak banyak gol dan menang, aamiin. Mohon dukungannya,” kata Dicky.
Jika pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan dan adu penalti, PSGC mengaku tak gentar. Simulasi adu penalti sudah rutin dilakukan dalam sesi latihan sebagai antisipasi.
“Kalau sampai adu penalti, kami sudah siap. Itu sudah kami latih,” pungkasnya.
