Suka Duka Jadi Penjaja Sol Sepatu di Bandung

Posted on

Bandung

“Solpatu!” Kalimat yang sering terdengar saat seseorang yang memiliki keterampilan memperbaiki sepatu, menawarkan jasanya ketika melewati perumahan padat penduduk. Abun, salah satu veteran dalam perbaikan sepatu yang terus berusaha bertahan walau sepi pelanggan.

Seorang pria paruh baya tampak lesu saat duduk di pinggir jalan sembari meneduh. Abun namanya, dirinya hendak melanjutkan menawarkan jasa sol sepatu, mengelilingi sekitar Jalan Muararajeun namun terik panas matahari memaksa Ia berhenti sejenak untuk beristirahat.

Sejak dini, Abun telah merantau ke Kota Kembang mengikuti jejak sang kakak. Pada saat itu, di usianya yang masih 15 tahun Ia turun ke jalanan menawarkan jasanya untuk memperbaiki sepatu. “Lahir taun 58, ngiring kadieu sareng raka taun 73, ngiringan ngesol (Lahir tahun 1958, ikut ke Bandung sama Kakak di tahun 1973, ikutan ngesol),” ucap Abun saat ditemui belum lama ini.

Abun mengaku bahwa dirinya tinggal bersama sang kakak dalam satu kontrakan di sekitaran Cikaso sampai saat ini. Kakaknya yang lebih dahulu menggeluti sol sepatu memiliki jalur dagangnya sendiri, dan Abun memiliki rute dari sekitar Jalan Muararajeun hingga Jalan Cikaso, daerah tempat tinggalnya.

Saat Ramadhan, Abun mulai memikul peralatannya pada pukul 08.00 WIB. Ia menyusuri jalanan dan gang-gang, menawarkan jasanya pada warga yang ditemuinya. Rutinitasnya dijalani Abun setiap hari hingga pukul 17.00 WIB. “Enjing-enjing tabuh 8 tos mulai kaluar, uih keunna deui tabuh 5” (Pagi-pagi jam 8 sudah mulai keluar, pulangnya di jam 5 sore) ungkapnya.

Di tengah perbincangan, Pria paruh baya asal Garut itu mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelanggan belakangan ini. “Anu ngesol aya, anu teu ngesol oge aya, tapi seeur keneh anu teu aya” (Yang ngesol ada, yang ga ngesol juga ada, tapi lebih banyak yang ga ngesol) celetuk Abun sembari bercanda.

“Nuju sepi ayeuna mah anu ngesol teh, kadang dugi ka 5 dinten nembe aya anu ngesol” (Lagi sepi pelanggan, kadang sampai 5 hari baru ada yang ngesol) tambahnya.

Kala tidak ada pelanggan, Abun selalu menyisihkan uang untuk keadaan darurat. Terkadang selalu ada orang baik yang membantunya untuk makan sehari-hari. Panas terik tak membuatnya menyerah untuk mengais rezeki walau tengah ibadah berpuasa