8 Fakta Tragis PMI Indramayu Tewas di Arab Saudi | Giok4D

Posted on

Indramayu

Kabar duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Watirih, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), dilaporkan tewas dibunuh secara sadis oleh majikannya di Arab Saudi.

Di balik kematian tragisnya yang menyayat hati, Watirih ternyata sempat meninggalkan pesan pilu agar tidak ada lagi yang bernasib seperti dirinya. Berikut 8 fakta lengkap peristiwa tersebut yang dirangkum , Senin (9/3/2026):

1. Pesan Pilu Cegah Teman Berangkat Ilegal

Sekitar lima bulan sebelum kabar duka datang, Watirih ternyata sempat memperingatkan temannya sesama warga Segeran yang berniat menyusul bekerja ke Arab Saudi. Sang adik, Maghfuroh (29), menirukan percakapan kakaknya tersebut.

“Jadi, temannya itu sempat nanya ke almarhumah kan lewat WA, nanya kalau mau ke Arab Saudi lewat apa yang cepat? Tapi kata kakak saya itu kalau mau ke luar negeri jangan lewat ilegal, yang resmi-resmi saja. Jangan kayak saya, cukup saya saja,” kata Maghfuroh, Minggu (8/3/2026).

2. Firasat Tak Akan Kembali

Selain melarang temannya menggunakan jalur ilegal, Watirih rupanya pernah melontarkan kalimat yang kini dirasakan keluarga sebagai sebuah firasat kepergiannya untuk selama-lamanya.

“Sebelum berangkat, dia bilang ini terakhir terus sudah nggak balik lagi. Nah, balik lagi, tuh, maksudnya bagaimana, apakah memang nggak balik lagi ke rumah, atau nggak kerja ke Arab lagi setelah itu,” tutur Maghfuroh dengan nada sedih.

3. Bukti Percakapan Hilang Otomatis

Keluarga baru mengetahui pesan peringatan itu setelah menelusuri keberadaan Watirih yang sempat hilang kontak selama dua tahun. Sayangnya, bukti chat di WhatsApp tersebut sudah terhapus oleh sistem aplikasi.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Temannya itu masih orang Segeran juga. Cuma pas saya minta boleh nggak percakapannya di-screenshoot, kata dianya sudah hilang soalnya WA-nya ada timer pesan yang 24 jam terus hilang,” ucap Maghfuroh.

4. Tewas Dibunuh Majikan Perempuan

Kabar duka yang ditakutkan akhirnya tiba pada 15 Februari 2026. Watirih dikabarkan telah tewas sejak 9 Februari 2026. Mirisnya, nyawa Watirih melayang di tangan majikan perempuannya sendiri.

5. Kondisi Mengenaskan dan Dibuang ke Tempat Sampah

Keluarga mendapat konfirmasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh melalui petugas pemandi jenazah.

Tubuh Watirih ditemukan penuh luka tusuk dan sayatan di wajah hingga sulit dikenali. Lebih kejam lagi, jasadnya dibuang di samping tong sampah di depan apartemen tempatnya bekerja.

6. Keluarga Tuntut Hukuman Qisas

Mendapati anggota keluarganya disiksa dan dibunuh dengan sangat keji, pihak keluarga menuntut keadilan penuh. Maghfuroh menegaskan bahwa pelaku harus dihukum mati setimpal dengan perbuatannya.

“Kami keluarga cuma minta keadilan, berharap pelaku dihukum qisas, nyawa dibayar nyawa,” tegas Maghfuroh.

7. Disnaker Sebut Korban Berangkat Ilegal

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, membenarkan bahwa keberangkatan Watirih masuk kategori non-prosedural. Akibatnya, perlindungan hukum dari negara menjadi sangat terbatas.

“Karena ini pengiriman ke Timur Tengah, otomatis almarhumah dikirimkan secara non-prosedural. PMI berstatus ilegal ini perlindungannya terbatas. Dia hanya mendapat perlindungan sebagai warna negara Indonesia, bukan PMI,” kata Asep.

8. Imbauan Wajib Lewat Jalur Resmi

Berkaca pada nasib nahas Watirih, Disnaker Indramayu kembali mengingatkan warga agar tidak tergiur rayuan sponsor ilegal. Jalur resmi sangat penting agar negara bisa menjamin keselamatan pekerja.

“Sekali lagi kami mengimbau agar calon PMI untuk menempuh jalur resmi. Sehingga negara juga bisa langsung hadir apabila PMI mendapat permasalahan di luar negeri,” tutup Asep.