Kabupaten Bandung –
Ratusan warga tampak berderet di depan meja yang menjajakan sembako murah di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Mereka antusias berburu kebutuhan pokok di tengah cuaca cerah yang menyinari lokasi tersebut.
Keriuhan emak-emak itu pecah demi mendapatkan pangan murah. Selisih harga yang lebih terjangkau menjadi magnet utama di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit dan harga pasar yang terus merangkak naik.
Kegelisahan itu perlahan luntur saat mereka berhasil menenteng sembako. Senyum lebar terpancar dari wajah usai mendapatkan bahan pokok murah untuk dibawa pulang ke rumah.
“Saya dapet beras sama minyak goreng. Minyak harganya Rp30 ribu per dua liter. Beras harganya Rp55 ribu per lima kilogram,” ujar warga Kampung Cihaur, Soreang, Wati (55) saat ditemui, Jumat (13/3/2026).
Wati mengaku mendapat informasi mengenai Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dari saudaranya. Ia pun bergegas mendatangi lokasi untuk berburu sembako.
“Saya tahu info ini dari keponakan dan langsung ke sini. Tapi sempat kehabisan, tapi alhamdulillah ada yang dapet,” katanya.
Lantaran harga kebutuhan pokok di pasar sedang melonjak, ia memutuskan untuk berbelanja di kegiatan tersebut.
“Harga jauh di pasar, kalau di pasar mah kan mahal, di sini murah. Jadi saya beli di sini. Jadi alhamdulillah masyarakat terbantu bisa belanja sembako dengan murah,” jelasnya.
Sementara itu, warga Legok Kole, Desa Karamat Mulya, Kecamatan Soreang, Eka Rekawati (41) mengaku tidak sempat mendapatkan beras. Stok beras ludes hanya dalam hitungan menit karena tingginya peminat.
“Saya dapet minyak goreng aja, beras tadi sudah habis. Minyak goreng dapet dengan harga satu liternya Rp15 ribu, diberi jatah 2, jadi Rp 30 ribu per dua liter,” kata Eka.
Eka menyesal tidak datang lebih pagi ke lokasi. Padahal, ia berharap bisa membawa pulang lebih banyak komoditas murah yang disediakan pemerintah.
“Saya niatnya cari yang lain juga, tapi baru dapet minyak doang, tapi sudah habis yang lainnya. Seharusnya saya tadi datang dari pagi-pagi,” ucap Eka.
“Harganya jauh lebih murah dari pasar. Kalau di pasar itu harganya Rp21 ribu per liter. Kalau di sini Rp15 ribu, lumayan kan lebih murah,” tambahnya.
Eka mengungkapkan, pangan murah ini sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Menurutnya, program ini menjamin ketersediaan pangan bagi warga kecil.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Dengan adanya pangan murah ini kita bisa terbantu dan kebutuhan pokok untuk lebaran bisa terjamin. Biasa kan kalau mau lebaran harga-harga mahal, dengan adanya ini warga kecil terbantu banget,” ungkapnya.
Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan oleh Polresta Bandung bekerja sama dengan Perum Bulog, serta didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.
“Pada pagi hari ini, kami melaksanakan gerakan pangan murah serentak. Di mana ini merupakan program dari Bapak kapolri untuk membantu masyarakat pada bulan Ramadan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandung sekaligus Ketua Satgas Pangan Kabupaten Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara.
Kegiatan ini menyediakan berbagai komoditas bahan pokok, di antaranya beras SPHP, Minyakita, telur ayam, daging sapi, daging ayam potong, hingga sayuran segar.
“Harganya pun harga di bawah pasaran dan sangat-sangat murah. Sehingga masyarakat sangat antusias untuk membeli sembako yang dilaksanakan pada gerakan pangan murah hari ini,” katanya.
Kompol Luthfi memastikan Gerakan Pangan Murah akan terus digelar hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Jadi ini merupakan gerakan pangan dari pemerintah untuk membantu masyarakat mendekati Hari Raya lebaran. Sehingga masyarakat semua rasa terbantu dan bisa melaksanakan hari raya lebaran dengan bahagia,” bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, beras jenis SPHP dijual seharga Rp55 ribu per lima kilogram, sedangkan Minyakita dibanderol Rp15 ribu per liter. Sementara daging sapi dijual Rp130 ribu per kilogram dan daging ayam Rp35 ribu per kilogram.
Komoditas lain seperti telur ayam dijual Rp25 ribu per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing dipatok Rp33 ribu per kilogram.
Adapun cabai rawit dijual seharga Rp70 ribu per kilogram dan cabai merah tanjung Rp31 ribu per kilogram. Selain itu, tersedia paket sayuran berbagai jenis yang dijual ekonomis seharga Rp5 ribu per paket.
