Cianjur –
Keracunan jamur liar kembali memakan korban di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Satu keluarga yang terdiri dari empat orang mengalami muntah-muntah dan diare usai mengonsumsi olahan jamur tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat keluarga asal Kampung Cibarengkok, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, menemukan jamur liar di kebun dekat rumah mereka.
Jamur itu pun dibawa ke rumah dan diolah menjadi tumisan. Namun, tak lama berselang, mereka mengalami pusing disertai muntah dan diare.
“Korban ada empat orang, masih satu keluarga. Keempatnya adalah AR (60), S (27), SA (25), dan ST (36). Seluruhnya mengalami gejala keracunan seperti muntah dan diare,” ujar Kepala Puskesmas Cibaregbeg, Udin Wahyudi, Senin (2/2/2026).
Menurut Udin, para korban sempat ditangani di puskesmas, namun pihak keluarga meminta mereka dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
“Di puskesmas sudah langsung ditangani, tapi untuk memastikan kondisinya, pihak keluarga meminta dirujuk. Sekarang informasinya sudah berangsur pulih dan dipulangkan,” katanya.
Udin menduga jamur liar yang bentuknya menyerupai jamur konsumsi menjadi penyebab utama keracunan tersebut. Pihaknya kini telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sampel jamur dan sisa makanannya sudah kami amankan untuk diuji di laboratorium,” tambahnya.
Dia mengimbau warga agar tidak sembarangan mengonsumsi jamur liar yang ditemukan di hutan atau kebun. “Jika menemukan jamur, pastikan dulu aman dikonsumsi atau tidak. Sebab, meskipun mirip, bisa jadi jamur yang ditemukan ternyata beracun,” tegas Udin.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa di Cianjur. Sebelumnya, dua keluarga di Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, juga keracunan usai menyantap olahan jamur liar. Satu korban bahkan meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
“
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
