Bandung –
Tumpukan sampah kembali menjadi pemandangan memprihatinkan di Kota Bandung. Kali ini, gunungan sampah muncul di Jalan Babakan Ciparay, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Bojongloa Kaler.
Sampah setinggi sekitar lima meter terlihat menggunung di sisi jalan, persis di area Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sukahaji yang berada di belakang Pasar Sukahaji.
Gunungan sampah itu ditaksir mencapai lebih dari 100 ton. Aroma busuk tercium menyengat, terutama saat angin berembus kencang. Warga dan pengguna jalan yang melintas terpaksa menutup hidung, sementara sebagian pengendara mempercepat laju kendaraan agar segera menjauh dari lokasi.
Kondisi ini diketahui sudah berlangsung sejak sekitar tiga pekan terakhir. Kendala pengangkutan sampah membuat volume yang masuk ke TPS jauh lebih besar dibandingkan yang berhasil diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pantauan Senin (23/2/2026) siang, truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terlihat berada di lokasi. Petugas berjibaku memindahkan sampah dari tumpukan besar ke bak truk, meski volume yang tersisa masih terlihat menggunung.
Seorang petugas kebersihan di lokasi, Yusuf, membenarkan kondisi tersebut sudah terjadi cukup lama. Ia menyebut, kendala utama berasal dari minimnya armada yang beroperasi.
“Udah dua tiga minggu ini,” kata Yusuf saat ditemui di lokasi.
“Kemarin sopir (truk sampah) katanya sakit jadi nggak ada pengangkutan, makanya kaya gini,” ujarnya.
Menurut Yusuf, TPS Sukahaji menampung sampah dari beberapa wilayah di Bojongloa Kaler dan Babakan Ciparay. Selain itu, tak sedikit warga yang melintas juga sengaja membuang sampah di sana.
Dalam sehari, volume sampah yang masuk ditaksir bisa mencapai 15 hingga 16 ton. Namun, jumlah yang diangkut tidak sebanding hingga kemudian menyisakan sampah yang setiap hari semakin bertambah.
“Sehari sampah yang masuk itu 15-16 ton, yang diangkut paling 10 ton jadi otomatis ada sisa yang menumpuk,” katanya.
Akibatnya, tumpukan sampah terus bertambah setiap hari. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu, baik dari sisi kenyamanan maupun kesehatan lingkungan.
“Sangat mengganggu, apalagi kalau angin besar beterbangan, kalau hujan jadi bau juga,” ungkap Yusuf.
Meski pengangkutan kembali dilakukan hari ini, ia memperkirakan proses pembersihan belum akan tuntas sepenuhnya. “Rencana diangkut hari ini tapi gak sampai habis katanya,” tuturnya.
Yusuf berharap pengangkutan bisa kembali berjalan normal dan rutin agar kejadian serupa tak terus berulang. “Harapannya semoga bisa diangkut secara rutin,” ucapnya.
Video Sampah Laut Menggunung di Pantai Kuta Bali“
