Sukabumi –
Duka mendalam masih menyelimuti Lisnawati, ibu kandung dari almarhum NS (13) atau yang akrab disapa Nizam atau Raja.
Di tengah teka-teki penyebab kematian sang anak yang viral di Jampangkulon, terungkap fakta pilu bahwa Lisnawati telah diputus komunikasinya dengan sang anak selama empat tahun terakhir oleh mantan suaminya, ayah kandung NS.
“Silahkan hubungi pengacara saya,” singkat Lisnawati, saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Minggu (22/2/2026).
Bukan tanpa sebab Lisnawati mengalihkan upaya wawancara tersebut, menurut kuasa hukumnya, Mira Widyawati kliennya saat ini dalam kondisi psikis yang sangat terpuruk.
Mira sendiri menangani kasus Lisnawati secara Probono alias tak berbayar. Ia berasal dari kantor hukum Kamitra Law Office.
“Saya ikhlas membantu tanpa bayaran, setelah salah seorang kenalan menghubungi melalui Direct Message (DM) soal kasus yang menimpa Bu Lisna,” Kata Mira mengawali percakapan dengan .
Mira menceritakan, NS sebenarnya sangat ingin kembali ke pelukan ibu kandungnya. Namun, kondisi ekonomi dan pembatasan akses membuat keinginan itu tak pernah terwujud.
“Nizam ini seringkali ingin balik ke rumah ibunya, ingin pesantren di rumah ibunya di kampung ibunya tapi tidak bisa saja gitu,” tuturnya.
Pertemuan yang dinanti selama bertahun-tahun itu pun berakhir tragis. Lisnawati baru dihubungi oleh mantan suaminya saat Nizam sudah berada di ruang ICU dalam kondisi koma.
Tragisnya, karena jarak perjalanan yang jauh, Lisnawati tidak sempat membisikkan kata terakhir sebelum Nizam mengembuskan napas terakhirnya.
“Ibunya datang ke rumah sakit untuk melihat kondisinya sebetulnya tapi karena perjalanan lumayan jauh, Mas, akhirnya tidak keburu. Nah keburulah jenazah ini kayak apa ya berpapasan di jalan. Ibunya ke rumah sakit, bapaknya bawa jenazah Nizam ke Rumah Sakit Bhayangkara di Sukabumi untuk diotopsi,” jelas Mira menceritakan momen memilukan tersebut.
Kondisi Lisnawati kian hancur saat mengetahui adanya kejanggalan pada fisik sang anak.
“Tentu shock ya ibu seorang ibu seperti itu kondisinya, apalagi hasil otopsi sementara dari forensik Sukabumi itu menyatakan bahwa ada beberapa tubuh bagian tubuh yang luka bakar dan kena benda tumpul, luka-luka pukul,” tambahnya.
Kini, melalui kuasa hukumnya, Lisnawati hanya bisa meratapi kepergian sang anak sembari menanti keadilan melalui proses hukum yang tengah berjalan. Mira menegaskan bahwa kliennya sangat berharap penyebab kematian Nizam dibuka secara transparan oleh pihak kepolisian.
“Yang belum bisa diterima oleh ibunya adalah kondisi meninggalnya anak ini seperti ini. Dia berharap anaknya ini ketemu dalam kondisi sehat walafiat tapi sudah lama bertahun-tahun enggak ketemu eh kok malah begini kondisinya,” pungkas Mira.
