Jakarta –
Justin Hubner bukan sekadar nama di lini belakang Timnas Indonesia. Di kancah Eropa, bek tengah berusia 22 tahun ini mulai memahat reputasi menyeramkan sebagai ‘tembok’ yang sulit ditembus. Sebuah data terbaru bahkan menempatkan Hubner dalam jajaran elite bek muda paling agresif di Benua Biru.
Berdasarkan data dari DataMB, Hubner masuk dalam daftar lima besar bek tengah U-23 di tujuh liga top Eropa yang paling rajin melakukan tekel sukses. Pemain yang kini merumput bersama Fortuna Sittard di Eredivisie tersebut menduduki peringkat keempat, sebuah pencapaian yang membuktikan kualitasnya di kasta tertinggi Liga Belanda.
Catatan statistik Hubner tergolong impresif dengan rata-rata 1,01 tekel sukses per 90 menit. Angka ini bahkan melampaui catatan bek muda milik Real Madrid, Raul Asencio, yang hanya membukukan 0,87 tekel per laga. Hubner membuktikan bahwa keberaniannya berduel satu lawan satu setara dengan talenta-talenta di klub raksasa dunia.
Di atas Hubner, posisi puncak ditempati oleh bek NEC Nijmegen, Brayann Pereira, dengan catatan 1,2 tekel per 90 menit. Menyusul di tempat kedua adalah bek RC Lens, Abdukodir Khusanov, dengan 1,11 tekel, serta bek sayap Barcelona, Gerard Martin, yang mengantongi angka identik dengan Hubner namun unggul dalam variabel pendukung lainnya.
Gaya main Hubner memang dikenal tanpa kompromi. Ia adalah tipe pemain yang tidak segan ‘mengotori’ seragamnya demi memutus aliran bola lawan. Ketegasan dan keberaniannya dalam berduel udara maupun darat menjadikannya sosok yang disegani sekaligus diandalkan di jantung pertahanan Fortuna Sittard.
Namun, gaya main keras ini bak pisau bermata dua bagi Hubner. Meski telah mengemas 15 penampilan musim ini, ia harus lebih jeli dalam mengontrol emosi di lapangan. Kedisiplinan menjadi catatan penting karena koleksi kartunya tergolong tinggi.
Sejauh musim ini berjalan, Hubner tercatat sudah mengantongi tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. Tantangan bagi Hubner ke depan adalah bagaimana mempertahankan agresivitas tekelnya yang mematikan tanpa harus sering-sering berurusan dengan wasit.
