Reaksi Bupati Subang soal Tragedi Miras Oplosan Tewaskan 9 Warga

Posted on

Subang

Kasus minuman keras (miras) oplosan maut kembali mengguncang Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas usai menenggak barang haram tersebut secara bertahap, mulai Senin (09/02/2026) hingga Rabu (11/02/2026) malam.

Bupati Subang Reynaldi Putra turun tangan menjenguk salah satu korban selamat yang tengah menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Ciereng, Subang, Rabu (11/02/2026). Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan korban guna menggali informasi mengenai jenis minuman yang dikonsumsi para korban.

“Pertama saya turut belasungkawa kepada para korban meninggal dunia akibat miras oplosan ini. Tadi saya sempat tanya ke korban, alhamdulillah terselamatkan, jadi minum jenis gembling yang di campur kuku bima, itu kan ngaco, itu salah. Saya harap masyarakat Subang bisa sayangi diri sendiri dulu,” ujar Reynaldi di RSUD Ciereng, Rabu (11/02/2026) malam.

Reynaldi juga telah menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para pedagang yang masih nekat menjual miras, baik yang berkadar alkohol tinggi maupun miras oplosan. “Tadi saya udah nelpon kapolres dan sudah menginstruksikan kepada kasatpoldam untuk lebih intensif razia dan tindak tegas peredaran miras ini,” katanya.

Berdasarkan data sementara yang diterima pihak RSUD, tercatat sembilan orang masuk ke rumah sakit tersebut. “Masih mengumpulkan data karena tersebar, ada di RSUD ada di PTPN ada di klinik, yang masuk ke sini (RSUD) 9 orang,” kata Reynaldi.

Sementara itu, pantauan di lapangan, dua korban tewas akibat miras oplosan dimakamkan pada Kamis (12/02/2026). Puluhan anggota keluarga mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir diiringi isak tangis yang mendalam.