Kabupaten Bandung –
Sejumlah pemuda kocar-kacir saat polisi mendatangi lokasi balapan liar di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Sebanyak 34 motor langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi.
Aksi pembubaran balap liar tersebut terjadi di dua titik, di antaranya Kampung Patrol, Desa Ibun, dan Kampung Garung, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Balap liar tersebut dilakukan para pemuda menjelang waktu berbuka puasa.
“Di situ ada area jalan yang memang kosong, memang dijadikan perlintasan oleh kendaraan. Jalan tersebut pada sore hari memang sering dipakai oleh para remaja, sering digunakan untuk trek-trekan, balapan, atau freestyle,” ujar Kapolsek Ibun IPTU Deny Fourtjahjanto, saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Polsek Ibun mengungkapkan, kerap melakukan patroli secara intensif ke beberapa lokasi tersebut. Namun para pemuda tersebut melakukan aksi balap liar di lokasi lain.
“Kami sebenarnya sudah melakukan tindakan preventif, dengan cara patroli, namun mereka sepertinya berpindah-pindah lokasi secara sembunyi-sembunyi,” katanya.
Deny menyebutkan, setelah itu Deny memutuskan untuk melakukan patroli secara masif di beberapa titik. Kemudian para anggota melakukan penutupan akses jalan masuk.
“Agar mereka tidak keluar-masuk. Kami menggunakan pakaian nonatribut dan sebagian dibantu anggota dinas. Akhirnya setelah tiga titik jalan yang kita tutup, itu akhirnya membuahkan hasil. Akhirnya kami bisa menjaring 34 unit kendaraan yang sering meresahkan masyarakat, terutama pengguna jalan,” tegasnya.
Dari 34 kendaraan yang telah diamankan, sebanyak 11 kendaraan bermotor berknalpot tidak sesuai spesifikasi (brong). Polisi menyarankan agar knalpot tersebut diganti sesuai spesifikasi.
“Setelah razia dilakukan dan kendaraan diamankan, kami ambil kuncinya karena mereka lari dari lokasi itu. Ada yang masuk ke pelosok-pelosok, yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi balapan. Mereka menuntun kendaraannya, lalu saya bariskan di samping Jembatan Kuning. Di situlah saya memberi arahan kepada mereka agar tidak mengulangi lagi,” tuturnya.
Deny menjelaskan setelah itu polisi pun melakukan penggeledahan terhadap para pemuda tersebut. Namun tidak ditemukan senjata tajam atau barang bukti narkoba yang dibawa.
“Langsung kami geledah dan tidak ada yang bawa senjata tajam. Kemudian tidak ada yang membawa minuman keras dan sejenisnya,” kata Deny.
