Resep Sehat dr Zaidul Akbar: Rahasia Buka Puasa ala Rasulullah

Posted on

Bandung

Menu berbuka puasa sehat penting untuk diperhatikan agar tubuh kembali bertenaga setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dokter umum dan praktisi kesehatan sunnah Dr. Zaidul Akbar kerap membagikan panduan berbuka puasa yang sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa yang paling utama saat berbuka adalah mengikuti urutan sunnah Nabi, serta mendahulukan makanan alami yang mudah dicerna untuk kesehatan lambung. Berikut daftar menu berbuka puasa sehat beserta urutan memakannya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar.

Urutan Berbuka Puasa ala Rasulullah SAW

Zaidul Akbar menekankan bahwa urutan berbuka paling utama adalah sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu dimulai dari kurma basah atau ruthab. Kurma basah mengandung air tinggi dan gula alami yang cepat diserap tubuh sehingga segera mengembalikan energi setelah puasa.

“Kenapa kurma basah? Karena kurma basah kandungan airnya masih cukup tinggi, tapi yang paling penting kandungan gulanya jenis gula yang cepat sekali terserap oleh tubuh kita,” ungkapnya dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dilansir Senin (23/2/2205).

Jika kurma basah tidak tersedia, ia mengatakan, kurma kering atau tamr bisa menjadi pilihan karena masih mengandung gula alami. Bila keduanya tidak ada, barulah berbuka dengan air putih.

Ia menegaskan urutan tersebut harus didahulukan sebelum makanan atau minuman lain, karena sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah SAW. Urutan ini membuat tubuh menerima asupan paling ringan dan mudah diserap terlebih dahulu sehingga lambung tidak kaget.

Kurma dengan Mentega

Date fruit in wood bowl on placemat, Dried date palm fruits top view Foto: Getty Images/sorrapong

Selain dimakan langsung, kurma juga dapat dikombinasikan dengan lemak sehat seperti mentega hewani alami atau grass-fed butter. Kombinasi gula alami dan lemak membantu pelepasan energi lebih stabil dan tahan lama setelah berbuka.

Ia menyebutkan contoh konsumsi kurma dengan mentega pernah dilakukan Rasulullah SAW. “Rasulullah SAW pernah makan kurma dan mentega. Ketika dia dikombinasikan dengan lemak hewan yang sehat, itu memberikan kekuatan yang luar biasa buat tubuh,” jelasnya,

Menu ini dapat dikonsumsi setelah tahap awal berbuka sunnah dilakukan. Setelah itu tubuh dapat dilanjutkan menerima buah atau makanan lain secara bertahap.

Air dan Daging Kelapa Muda

Kelapa muda menjadi minuman alami yang dianjurkan saat berbuka karena kaya elektrolit dan asam amino. Kandungan ini membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa sekaligus mendukung proses detoksifikasi. Baik kelapa muda maupun kelapa tua tetap bermanfaat selama airnya segar dan dagingnya baik.

“Kelapa itu sumber asam amino yang sangat luar biasa yang fungsinya untuk detoksifikasi,” ungkapnya.

Agar lebih ramah lambung, ia mengatakan, air kelapa dapat ditambahkan sedikit garam mineral. Campuran madu, jeruk, atau alpukat juga dapat ditambahkan sesuai selera.

“Tambahkan sedikit garam supaya tidak terlalu asam untuk tubuh kita, jadi lambung tidak kaget,” jelasnya.

Air Madu

Minuman sederhana berupa air putih yang dicampur madu dan sedikit garam mineral juga dianjurkan sebagai minuman berbuka puasa. Kombinasi ini memberikan cairan, mineral, dan gula alami sekaligus sehingga membantu pemulihan tubuh setelah puasa.

“Air madu plus garam gini resep gampang mudah mengatasi pusing-pusing menjelang buka puasa,” ungkapnya. Agar lebih segar, ia mengatakan campuran air madu ini juga bisa ditambahkan perasan jeruk nipis.

Air Tajin Hangat

Air tajin merupakan air rebusan nasi yang kental dan kaya sari beras. Minuman tradisional ini dikenal lembut di lambung sehingga cocok dikonsumsi untuk buka puasa. Air tajin berasal dari proses penanakan nasi hingga menghasilkan cairan kental yang bernutrisi.

Air tajin hangat dengan sedikit garam atau madu dapat membantu menenangkan lambung sebelum makanan utama dikonsumsi. Zaidul Akbar menyebut air tajin baik untuk kondisi lambung, terutama jika ditambah rumput laut.

“Apalagi air tajin plus rumput laut. Rumput laut ada kolagen. Kolagen akan perbaiki asam lambung kita,” ungkapnya.

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Buka Puasa

Macam-macam gorengan yang kerap dikonsumsi warga Bandung. Foto: Wisma Putra/

Selain menu yang dianjurkan, Zaidul Akbar juga mengingatkan sejumlah makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka puasa. Setelah seharian puasa, lambung berada dalam kondisi kosong dan sensitif sehingga membutuhkan asupan ringan terlebih dahulu.

“Jangan masukan makanan-makanan yang berat dicerna ketika sedang berbuka agar lambungnya tidak kaget. Dihindari dulu yang bersifat iritatif seperti pedas, bertepung dan berminyak,” paparnya.

Makanan pedas, gorengan, makanan tinggi minyak, serta produk olahan dan kemasan sebaiknya ditunda hingga lambung beradaptasi. Dengan memulai berbuka dari kurma atau air sesuai sunnah, lambung memiliki waktu menyesuaikan sebelum menerima makanan utama.

Demikian ulasan mengenai daftar makanan sehat untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan sebagaimana dipaparkan Dr Zaidul Akbar. Semoga bermanfaat!

Halaman 2 dari 2