Cianjur –
Stensil bertuliskan ‘Dicari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi’ bermunculan di belasan titik di Kecamatan Pacet, Cianjur, tepatnya di sekitar kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. ‘Pesan’ yang digambar di tembok bangunan ini diduga dibuat kelompok pemuda misterius untuk mempertanyakan keberadaan orang nomor satu Jawa Barat di tengah isu penolakan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat mural stensil itu dibuat dengan cat berwarna hitam dengan tulisan pada bagian atasnya yakni ‘Dicari’. Selain itu, foto siluet Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terpampang di bagian tengahnya.
Tak hanya itu, pada bagian bawah tertulis kalimat tanya berbunyi “Pelindung Hutan Jawa Barat?” dengan dilanjutkan tulisan ‘Save Gede Pangrango’.
Ketua Peduli Agraria untuk Rakyat (Patra) sekaligus tokoh warga Kaki Gunung Gede, Aryo, mengatakan aksi yang dilakukan kelompok pemuda misterius yang mengenakan kaus dan penutup wajah hitam itu baru diketahui warga setelah banyak stensil di beberapa titik dan videonya tersebar di media sosial.
“Kami tidak mengetahui ada aksi tersebut, dan dari kelompok pemuda mananya kami tidak tahu. Berdasarkan hitungan kami, poster itu ada di belasan titik di Kecamatan Pacet,” kata dia, Senin (23/2/2026).
Namun, menurutnya warga mendukung adanya aksi dari kelompok misterius tersebut, sebab dinilai selaras dengan pergerakan masyarakat yang tengah menolak aktivitas proyek geothermal.
“Meskipun kami tidak tahu, tapi kami mendukung. Karena memang saat ini kami tengah melakukan Gerakan menolak proyek geothermal,” kata dia.
Dia menyebut, keberadaan dan sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun dipertanyakan oleh masyarakat Kaki Gunung Gede Pangrango. Pasalnya, selama ini Dedi atau yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) kerap muncul sebagai sosok yang peduli dengan lingkungan.
“Jalur Puncak ditertibkan, tempat lain ditertibkan dengan alasan menjaga lingkungan. Tapi untuk proyek geothermal ini kok tidak muncul. Padahal ini menjaga gunung, jadi kemana kkang Dedi ini. Termasuk juga bupati Cianjur, tidak muncul sampai sekarang. Kemana kedua sosok ini,” tegasnya.
Dia menegaskan, sikap masyarakat di Kaki Gunung Gede Pangrango akan tetap sama, yakni menolak proyek tersebut. “Kami dengan tegas menolak, kami tetap siaga apabila sewaktu-waktu alat berat kembali berusaha naik,” pungkasnya.
“
