Bandung –
Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur dasar dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan secara masif di seluruh wilayah untuk memastikan pemerataan fasilitas publik.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, berbagai program prioritas di sektor Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) telah direalisasikan di 47 kecamatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga secara signifikan.
Fokus utama pembangunan tersebut menyasar pada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program Rumah Sakinah. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 990 unit rumah telah rampung direnovasi agar menjadi tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
Selain perbaikan hunian, pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan dasar berupa Sarana Air Bersih (SAB). Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2025, akses air bersih kini menjangkau lebih banyak titik untuk menunjang derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pembangunan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang memanusiakan.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan jalan lingkungan, jembatan, hingga akses air bersih dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga di pelosok. Renovasi 990 unit Rutilahu ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan komitmen kami dalam menghadirkan hunian yang layak dan bermartabat bagi masyarakat Sukabumi,” ujar Sendi Apriadi dalam keterangannya.
Tak hanya pada sektor pembangunan rutin, kesigapan pemerintah daerah juga ditunjukkan dalam penanganan pasca-bencana alam. Saat ini, Pemkab Sukabumi tengah memproses pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Kampung Gempol.
Lokasi relokasi tersebut diberi nama Kampung Mubarakah. Kawasan ini diproyeksikan menjadi simbol harapan baru dan semangat kebangkitan bagi warga untuk menata kembali hidup mereka setelah terdampak bencana.
Terkait hal ini, Bupati Sukabumi Asep Japar memberikan apresiasi atas capaian sektor fisik yang membawa dampak sosial positif bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap langkah pembangunan infrastruktur harus selaras dengan upaya menyejahterakan rakyat secara berkelanjutan.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Satu tahun ini menjadi fondasi yang kuat bagi kita untuk terus melangkah pasti. Pembangunan jalan lingkungan hingga sarana air bersih ini adalah ikhtiar kita bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ekonomi warga. Dengan sinergi yang terus terjaga, kita akan mewujudkan Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan senantiasa membawa keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Asep Japar.
Wajah Kabupaten Sukabumi kini juga kian dipercantik dengan kehadiran ruang publik yang representatif, seperti RTH Alun-alun. Fasilitas ini hadir sebagai sarana rekreasi sekaligus ruang interaksi sosial yang nyaman bagi warga untuk mendukung terwujudnya visi Sukabumi Mubarakah.
