Bandung –
Herlan Matrusdi (68), mantan Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta ditemukan tewas di kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul. Sang anak mengungkap ada ‘misi rahasia’ yang sedang dilakukan sang ayah.
Putra korban, Agi Irvan Majibi (40) mengungkapkan Herlan sudah sekitar enam hingga tujuh bulan tak pulang ke rumahnya di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terakhir kali berpamitan, Herlan menyebut hendak mengurus sesuatu yang ia sebut sebagai “misi rahasia”.
“Katanya urusan genting yang enggak bisa diomongin, karena menyangkut nyawa,” tutur Agi menirukan ucapan ayahnya.
Selama berbulan-bulan kepergian itu, keluarga tidak mengetahui keberadaan Herlan. Hingga sebuah unggahan di grup Pordasi DKI Jakarta di media sosial, Jumat (23/1/2026), mengabarkan Herlan telah meninggal dunia. Unggahan tersebut menampilkan foto yang memperlihatkan kondisi Herlan dengan hidung tertutup kapas, mata lebam, dan tubuh terselimuti hingga leher.
Keluarga terkejut. Mereka segera mencoba menghubungi nomor ponsel Herlan. Respons datang melalui pesan suara yang menyatakan bahwa ia dalam keadaan baik.
“Pas ibu minta share location, bapak tidak mau memberikan. Katanya bahaya,” kata Agi.
Kabar Mengejutkan Tak Berhenti
Rangkaian kabar mengejutkan belum berhenti. Pada Rabu (28/1/2026), keluarga menerima informasi adanya temuan jasad tanpa identitas di Bantul. Ciri-ciri luka memar yang dilaporkan serupa dengan yang terlihat pada foto yang beredar di media sosial. Sebuah video lokal yang menampilkan wajah korban semakin menguatkan dugaan keluarga.
“Kami makin yakin itu bapak. Keluarga langsung ke Yogya untuk memastikan. Dan setelah dipastikan, itu betul,” ucap Agi.
Kronologi
Dikutip dari detikJogja, sesosok mayat pria ditemukan di kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Jasad pertama kali ditemukan Marno (50), warga Grogol VII, saat mencari rumput di sekitar lokasi. Karena korban tidak bergerak, saksi segera melapor ke Polsek Kretek. Polisi dan petugas medis kemudian mendatangi tempat kejadian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan saat ditemukan korban mengenakan celana hitam pendek, kaus dalam putih, dan kaus berkerah biru yang tersingkap. Posisi tubuh terlentang, kedua lutut menekuk, serta kedua tangan tertekuk di dada. Kedua mata korban terbuka dengan lebam di sekitar bola mata.
Petugas juga menemukan sejumlah luka di wajah dan telinga korban, di antaranya luka di pelipis kanan sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung 1,5 sentimeter, lebam di sekitar mulut kiri, serta sobekan di kedua daun telinga. Rahang kiri korban juga tampak bengkak. Polisi belum dapat memastikan apakah temuan ini merupakan kasus pembunuhan dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
