Komitmen CTARSA Majukan Inovasi Teknologi Generasi Muda

Posted on

Bandung

CTARSA Foundation merampungkan ajang bergengsi bertajuk CTARSA Youth Greenovation. Bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), KANIK, dan Bank Mega Syariah, kompetisi ini digelar sebagai jembatan inovasi teknologi bagi kalangan generasi muda.

CTARSA Youth Greenovation telah mengkurasi lebih dari 190 terobosan baru para pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya kemudian, 10 inovasi sekolah tingkat SMA dipertandingkan di babak final.

Ke-10 inovasi yang dihadirkan itu pun merupakan inovasi dari berbagai bidang. Mulai dari platform ekonomi digital, teknologi pengolah sampah yang bernilai ekonomis, hingga inovasi baru seperti pengganti plastik sampai cat yang ramah terhadap lingkungan.

Setelah dipresentasikan, dewan juri lalu memilih inovasi bernama ‘Pinjam Barang’ dari SMA Olifant Yogyakarta. Sesuai namanya, inovasi ini menyediakan peminjaman barang apa saja, dari peralatan kerja hingga alat rumah tangga, yang diperuntukkan bagi kawasan perkotaan.

Juara kedua diperoleh SMKN 3 Mandau, Riau, dengan inovasi bernama Bio Sound Panel. Lalu juara ketiga diperoleh SMA Unggulan CTARSA Foundation Deli Serdang dengan inovasi bertajuk Rumpaper atau kertas berbahan limbah rumput teki yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Transmedia Latif Harnoko hadir langsung pada Lomba CTARSA Youth Greenovation. Foto: Rifat Alhamidi/

“Ini merupakan inisiatif yang CTARSA angkat untuk melihat ternyata banyak sekali siswa-siswa yang punya kreativitas dan menjadi sesuatu yang ke depannya lebih baik dengan karya-karya mereka,” kata Sekjen CTARSA Latief Harnoko, Kamis (29/1/2026).

Pria yang menjabat sebagai Direkrut Transmedia ini mengatakan, ajang ini, sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia punya masa depan yang membanggakan di bidang inovasi maupun teknologi. Untuk itu, CTARSA berharap ada perhatian dari pemerintah demi mendukung langkah para generasi muda tersebut.

“Ini generasi yang dianggap generasi TikTok, sosial media, ternyata dia bisa mencerminkan, oh dia bagian dari bangsa kita yang luar biasa. Dengan kemajuan teknologi, mereka bisa menciptakan karya-karyanya. Tidak hanya fokus kepada teknologi, tapi juga bioteknologi, sampah, lingkungan, itu saya rasa luar biasa, mungkin ini patut bagi pemerintah perhatian melihat mereka yang punya karya ini,” ucap lelaki yang akrab disapa Noko tersebut.

CTARSA pun memastikan ajang serupa akan disiapkan lebih besar pada tahun depan. Noko menyatakan, CTARSA berkomitmen mendukung inovasi di bidang apapun yang digagas generasi muda untuk kemajuan Indonesia.

“Karena saya rasa ini sejalan dengan kebijakan Pak Prabowo, bahwa bangsa yang maju karena inovasi dan kreativitasnya. Saya rasa pemerintah pasti akan mendukung itu,” tuturnya.

Jason Xia, siswa kelas XII SMA Olifant Yogyakarta mengaku bangga bisa menyabet gelar juara. Inovasi Pinjam Barang yang digagasnya pun sebetulnya lahir dari ide yang sederhana, namun ternyata punya dampak yang begitu besar bagi banyak orang.

“Yang jelas seneng banget dan hasilnya juga memuaskan. Sebenarnya ide ini muncul waktu lampu di rumah saya mati, api tangga saya itu hilang. Mamah saya bilang, koh, coba cari tangga dong. Mau pinjem kemana, orang enggak kenal sama tetangga, akhirnya cari-cafi ide dan kepikiran kayaknya bisa deh karena di perkotaan, enggak bisa pinjem-pinjem, kalau ada suatu platform seperti ini kayaknya masalah saya ini bisa teratasi. Dan ternyata banyak yang seperti saya, makanya kita bikin Pinjam Barang ini,” pungkasnya.