Cianjur –
Konten kreator Mak Daster dan Inung Sia berhenti memproduksi konten untuk sementara waktu usai heboh video menginjak ‘makam’. Keduanya mengalami tekanan psikologis akibat polemik yang berkembang di masyarakat.
Asep Mulyadi, kuasa hukum keduanya, mengungkapkan bahwa Diah Tardiah alias Mak Daster hampir setiap hari menangis, terlebih setelah adanya laporan ke pihak kepolisian.
Kondisi serupa dialami konten kreator Endah Yudianti alias Inung Sia. Ia disebut belum bisa diajak berinteraksi secara normal seperti biasanya.
“Untuk Mak Daster, psikologisnya terganggu setelah orangtuanya mengetahui polemik tersebut. Padahal rencananya keluarga Mak Daster akan umroh, tapi malah dihadapkan dengan polemik ini. Kalau Inung Sia karena masih muda, jadi juga kebingungan,” kata dia, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Asep, guncangan psikologis tersebut membuat kliennya tidak lagi memproduksi konten sejak beberapa hari terakhir.
“Sementara stop ngonten dulu. Adapun ada unggahan pun itu video lama. Keduanya masih pemulihan psikologis pasca polemik konten injak makam,” kata dia.
Dia menegaskan, adegan menginjak makam tersebut merupakan bagian dari skenario konten. Makam yang terlihat dalam video merupakan properti yang di bawahnya tidak terdapat jasad manusia, melainkan saluran septic tank.
“Kami tegaskan lagi itu bukan makam, tapi properti. Adapun lumut pada batu, itu memang di desain seolah asli. Tapi yang jelas bukan makam. Di bawahnya pipa saluran septic tank,” kata dia.
Menurutnya, Inung Sia memang dikenal sebagai konten kreator spesialis horor komedi. “Yang jadi polemik pun itu sebenarnya konten horor komedi, tapi diunggah dalam beberapa bagian. Belum semua diunggah, sudah keburu jadi heboh yang konten pertamanya,” kata dia.
Namun, Asep juga mengakui bahwa tindakan kliennya tersebut tidak sejalan dengan norma sosial sehingga memicu kegaduhan.
“Tentu ini tidak dibenarkan, dan keduanya sudah menyadari itu. Makanya kami akan ikuti prosedur hukum, karena sudah masuk ranah penyelidikan kepolisian. Kami akan hadir jika dimintai keterangan untuk menjelaskan semuanya,” kata dia.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Mak Daster-Inung Sia
Konten kreator Mak Daster dan Inung Sia akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat terkait video injak makam yang memicu polemik tersebut.
Mak Daster, konten kreator asal Bandung itu, meminta maaf dan kembali menegaskan bahwa kuburan yang digunakannya adalah palsu.
“Nyuhunkeun dihapunten perkawis konten kuburan, Bade klarifikasi itu kuburan palsu. Itu properti konten horor. (Mohon maaf terkait konten kuburan, ingin klarifikasi jika itu kuburan palsu, properti konten horor),” ujar dia dalam unggahan videonya.
Dia mengaku tidak memiliki niat buruk dalam pembuatan video tersebut. “Tidak ada niatan untuk hal huruh, sebatas kontak agar FYP. Ini semua kekhilafan,” kata dia.
Di sisi lain, Inung Sia menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kualitas kontennya di masa mendatang agar lebih edukatif dan santun.
“Kami sebagai manusia tidak luput dari kesalahan. Kami ambil hikmahnya. Semoga bisa jadi pelajaran kedepan. Kita memperbaiki perkontenan,” kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengimbau agar masyarakat dan para pembuat konten lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Menurutnya, bisnis kreasi seni digital adalah bentuk kebebasan berekspresi yang tetap harus berpijak pada etika, norma kesopanan, norma keagamaan, serta nilai kepatutan yang berlaku di masyarakat.
“Mohon untuk prinsip ini untuk paling tidak dipedomani oleh para pekerja di bidang Bisnis Kreasi Seni Digital (konten kreator) agar tidak menimbulkan polemik, friksi atau bahkan masalah hukum,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Mak Daster dan Inung Sia dilaporkan ke polisi akibat konten yang dinilai tidak patut. Keduanya menjadi sorotan tajam setelah mengunggah adegan menginjak makam demi kepentingan konten media sosial.
“
