Bandung –
24 Januari 2026, jadi momen tak terlupakan buat ratusan warga Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Bagaimana tidak, di malam hari yang dingin, di kala semua orang terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba longsor menerjang. Tanah bercampur air, ditambah bebatuan dari puncak Gunung Burangrang meratakan puluhan rumah.
Dalam sekejap mata, korban jiwa berjatuhan. Sebagian masih selamat, mereka berusaha menyelamatkan kerabat dan tetangga. Namun upaya tak berbuah manis, kebanyakan penghuni rumah sudah tertimbun material longsor.
Ada tiga kampung yang terdampak longsor, yakni Kampung Babakan, Kampung Pasir Kuning, dan Kampung Pasir Kuda. Semua rumah yang ada di jalur longsor, rata dengan tanah.
“Kejadiannya itu sekitar jam 3 pagi, sebelumnya ada hujan dulu. Longsor dari puncak Gunung Burangrang,” kata Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis saat itu, Sabtu (24/1/2026).
Tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi kejadian. Mereka berjibaku mengevakuasi korban. Cuaca jadi kendala, sejak semalam sebelum kejadian hujan terus mengguyur.
Awalnya, terlaporkan 111 orang yang jadi korban. Dari 111 orang itu rinciannya 6 orang tewas, 21 orang selamat, dan 84 masih dalam pencarian. Namun 84 orang itu belum dipastikan apakah mereka tertimbun longsor seperti korban tewas atau sudah mengungsi ke kerabatnya secara mandiri.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Data kemudian kembali berubah. Incident Commander (IC) Longsor Cisarua, Ade Zakir kemudian menyampaikan jika korban terdampak longsor mencapai 158 orang. Rinciannya 78 selamat dan 80 orang tertimbun.
Kemudian beredar kabar jika ada 23 prajurit TNI yang menjadi korban. 23 prajurit itu jadi korban ketika mereka sedang menjalani latihan di Gunung Burangrang.
Hari demi hari, pencarian terus dijalankan. Di tengah cuaca yang tak menentu, kadang hujan kadang cerah. Saat cuaca cerah itulah, operasi SAR benar-benar dioptimalkan. Total ada sekitar 3.000-an orang yang terlibat dalam operasi pencarian.
Sepekan operasi pencarian korban berjalan, tim SAR gabungan berhasil mengumpulkan 60 kantung jenazah (bodypack). Sehingga masih ada 20 bodypack lagi yang mesti segera dievakuasi mengingat adanya proses dekomposisi.
Di hari ketujuh, SAR Mission Coordinator (SMC) bersama Incident Commander melakukan rapat evaluasi. Mereka menyepakati adanya perpanjangan operasi pencarian korban longsor sepekan kedepan sesuai dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Operasi ini akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami memohon doa kepada semuanya agar cuaca bersahabat sehingga pencarian terhadap sisa korban bisa berjalan maksimal,” kata SMC, Ade Dian Permana.
14 hari berlalu sejak bencana longsor. 48 rumah rata dengan tanah akibat terjangan lumpur dan bebatuan yang meluncur dari Gunung Burangrang. 80 warga dilaporkan jadi korban jiwa, serta ratusan lainnya diungsikan. Kini, di hari keempat belas, Jumat (6/2/2026), status tanggap darurat resmi dicabut.
“kami menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan operasi sejak awal dilaksanakan dalam status tanggap darurat, yang secara resmi berakhir pada hari ini, 6 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Bupati Bandung Barat,” kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana.
Hingga hari keempat belas, tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi sebanyak 94 bodypack dari target 80 korban dalam daftar pencarian. Bodypack itu lalu diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diidentifikasi.
“Berdasarkan rilis resmi DVI Polri tertanggal 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB, sebanyak 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 body pack, sementara sejumlah body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik,” kata Ade Dian.
Meskipun status tanggap darurat sudah dicabut, namun operasi pencarian terhadap korban tertimbun masih terus dilaksanakan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.
“Memasuki masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan. Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban,” kata Ade Dian.
Operasi Ditutup
Operasi pencarian terhadap korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya ditutup setelah 22 hari pelaksanaan, Jumat (13/2/2026).
“Basarnas secara resmi menutup Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu setelah berlangsung selama 22 hari,” kata Ade Dian Permana.
Penutupan operasi SAR itu diambil berdasarkan pertimbangan bahwa seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan.
Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 bodypack. Kemudian sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
