Kuningan –
Letaknya yang berada di kaki Gunung Ciremai menjadikan Kabupaten Kuningan memiliki peran strategis dalam peta pembangunan Jawa Barat. Di tengah geliat industrialisasi Kawasan Rebana Metropolitan, Kuningan menegaskan komitmennya sebagai wilayah penopang hijau, penjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menjelaskan bahwa Kuningan merupakan satu dari tujuh daerah penopang Kawasan Rebana, bersama Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang.
Dengan potensi pengembangan industri lebih dari 43 ribu hektare serta dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati, kawasan Rebana diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di masa depan. Hingga kini, realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai puluhan triliun rupiah dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Sebagai daerah konservasi sekaligus paru-paru kawasan timur Jawa Barat, Kuningan memfokuskan pembangunan pada industri ramah lingkungan, penguatan agroindustri, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami menyiapkan SDM yang kompeten melalui penguatan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja. Masyarakat Kuningan harus menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi Rebana,” tutur Dian dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Di sisi lain, menjaga ‘atap Jawa Barat’ menjadi komitmen yang tak bisa ditawar. Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan akan terus melindungi kawasan hutan dari praktik illegal logging dan perambahan, serta memastikan setiap proyek pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Menjaga Ciremai dan kawasan hutan adalah tanggung jawab kami. Pembangunan boleh tumbuh, tetapi hutan dan sumber air harus tetap lestari. Itulah fondasi masa depan Kuningan dan Rebana,” tutur Dian.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam penandatanganan kesepakatan bersama tujuh kepala daerah di Gedung Sate, Kamis (26/2). Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan pernyataan yang sarat makna tentang Kuningan.
“Saya tahu jumlah pohonnya lebih banyak daripada jumlah uangnya. Tapi lebih baik jumlah pohonnya lebih banyak. Nanti suatu saat jumlah uang akan sama dengan jumlah pohon,” ujar Dedi.
Lewat strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis dapat menjadi penyeimbang dalam akselerasi pertumbuhan Rebana, membuktikan bahwa kawasan industri dan kelestarian lingkungan bukan dua kutub yang saling meniadakan. Kawasan Rebana pun diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai pusat industri baru, tetapi juga sebagai model pembangunan hijau berkelanjutan di Jawa Barat.
