Bandung –
Jalan Saad, kawasan Naripan-Veteran, Bandung, belakangan ini semakin ramai oleh antrean pembeli yoghurt. Fresh Yoghurt Mitama, kios yang telah berdiri lebih dari satu dekade, kembali mencuat setelah konten rekomendasi pelanggan menyebar luas di media sosial. Di balik viralnya usaha ini, tersimpan cerita panjang perjuangan dari berjualan keliling hingga menetap di satu titik.
Perjalanan Fresh Yoghurt Mitama dimulai sekitar tahun 2007. Sebelum menetap di Jalan Saad, Ian merintis usahanya menggunakan mobil pikap. Ia melakukan uji coba penjualan pertamanya di Pantai Pangandaran untuk menguji mental sekaligus melihat respons pasar.
“Waktu itu bawa sekitar 80 liter yoghurt, dengan alat seadanya, pakai ember besar dan es batu yang diketok-ketok sendiri” kenang Ian, saat ditemui, belum lama ini.
Tanpa disangka, produknya habis terjual hanya dalam satu hari. Setelah sukses di Pangandaran, Ian mulai merambah pasar Bandung dengan sistem berkeliling menggunakan mobil. Penjualan dilakukan hingga ke lima titik berbeda, termasuk kawasan Tegallega dan Burangrang.
Sekitar tahun 2010, operasional penjualan yoghurt mulai berpusat di kediamannya di Jalan Saad. Pada masa itu, usaha yoghurt ini berjalan beriringan dengan sebuah kantin bernama Mitama. Namun, kantin tersebut terpaksa tutup pada tahun 2013 setelah sang koki meninggal dunia.
“Dari 2010 di Jalan Saad jadi pusat operasional yoghurt kami, kebetulan dulu juga ada kantin di sini jadi tersedia menu yoghurtnya juga. Tapi di tahun 2013-an kantinnya tutup karena kokinya udah almarhum. Alhamdulillah untuk yoghurtnya masih bertahan sampai sekarang” ungkap Ian.
Ian mulai melakukan perubahan dengan memutuskan untuk berhenti berkeliling pada tahun 2015. Faktor keluarga menjadi alasan utama; ia ingin lebih fokus mendampingi ketiga anaknya di rumah.
Sampai akhirnya pada tahun 2025, para pembeli mulai mengunggah konten rekomendasi mengenai Fresh Yoghurt Jalan Saad hingga menjadi perbincangan hangat di platform media sosial. Viralnya konten organik tersebut memicu gelombang pembeli baru yang penasaran mencicipi Yoghurt Mitama.
Ian mengaku bahwa dirinya tidak pernah melakukan promosi atau strategi khusus untuk memasarkan produknya. “Kita ga ada promosi sama sekali, itu hasil dari partisipasi pembeli aja, sama hasil perjuangan di lima titik yang awal di mobil, jadi mungkin pelanggan-pelanggan lama akhirnya pada ke sini lagi sampai ngevideoin” ujarnya.
Kepuasan pelanggan terhadap kualitas produk menjadi kunci viralnya konten-konten tersebut. Tekstur yoghurt yang kental serta harga yang ekonomis menjadi alasan utama mengapa masyarakat dengan sukarela merekomendasikan tempat ini kepada khalayak luas.
Fresh Yoghurt Mitama buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Berlokasi di Jalan Saad No. 22, area sekitar Naripan-Veteran, Kota Bandung, produk ini dibanderol mulai dari Rp6.000 untuk ukuran cup 200ml hingga Rp22.000 untuk kemasan 1 liter.
