Jakarta –
Sariawan kerap dianggap sebagai keluhan ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, sariawan yang tidak kunjung membaik perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda awal kanker mulut.
Dalam sebuah tinjauan literatur terbaru, sebagaimana dilansir dari, para peneliti mengungkapkan bahwa kanker mulut sering kali muncul dengan gejala yang samar dan mudah disalahartikan sebagai masalah sepele. Salah satu gejala awal yang paling sering ditemukan adalah luka atau sariawan di mulut yang tidak kunjung sembuh.
“Sariawan normal umumnya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Jika luka di mulut menetap lebih dari dua hingga tiga minggu, terlebih tanpa disertai rasa nyeri, kondisi tersebut patut dicurigai,” tulis peneliti dalam laporan yang dikutip dari ScienceDirect.
Berbeda dengan sariawan biasa, ulkus mulut yang berkaitan dengan kanker mulut cenderung menetap dan tidak menunjukkan tanda penyembuhan. Luka tersebut biasanya terasa keras saat diraba, memiliki tepian yang meninggi, serta tampak seperti cekungan di jaringan mulut.
Pada tahap awal, sariawan akibat kanker mulut sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini membuat banyak penderita menunda pemeriksaan medis karena merasa keluhan yang dialami tidak berbahaya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Selain sariawan yang tidak kunjung sembuh, terdapat sejumlah gejala lain yang juga perlu diwaspadai. Di antaranya adalah munculnya benjolan keras di mulut atau leher, bercak putih atau merah atau kombinasi keduanya di rongga mulut, serta sensasi terbakar di lidah atau mulut tanpa penyebab yang jelas.
Tanda lain yang dapat menyertai antara lain nyeri wajah atau telinga yang berlangsung lama, gangguan pengecapan, kesulitan membuka mulut atau trismus, hingga mati rasa atau kelemahan pada wajah dan lidah.
Para ahli menegaskan bahwa deteksi dini kanker mulut sangat bergantung pada kewaspadaan pasien dan tenaga kesehatan. Sayangnya, banyak kasus kanker mulut baru terdiagnosis ketika telah memasuki stadium lanjut karena gejalanya tidak menonjol pada tahap awal.
“Lesi di mulut yang tampak ringan, tidak nyeri, dan tidak mengganggu aktivitas justru sering menjadi jebakan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal keganasan,” lanjut peneliti.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau dokter gigi apabila mengalami sariawan atau luka di mulut yang tidak sembuh lebih dari dua minggu. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika disertai benjolan, perubahan warna jaringan mulut, atau gangguan sensasi.
Deteksi dini melalui pemeriksaan klinis dan biopsi dinilai dapat membantu memastikan diagnosis lebih cepat, sehingga peluang kesembuhan pasien kanker mulut dapat meningkat secara signifikan.
Artikel ini sudah tayang di
