Jabar Hari Ini: Warga Sukabumi Bongkar Pelang Ponpes Buntut Pencabulan

Posted on

Bandung

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Jumat (13/3/2026). Mulai dari aksi pembongkaran plang dan gapura pesantren atas dugaan kasus pencabulan, hingga seorang pemotor tewas usai terlibat kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Warga Sukabumi Bongkar Pelang Pesantren Buntut Dugaan Pencabulan

Malam yang tenang di Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, berubah mencekam. Warga berbondong-bondong membongkar plang dan gapura sebuah pondok pesantren yang terseret kasus dugaan pencabulan terhadap enam santriwati. Aksi ini dipicu kekhawatiran warga akan potensi konflik di lokasi tersebut.

Video yang diterima memperlihatkan sejumlah warga menurunkan hingga memotong tiang besi menggunakan gerinda. Tak hanya itu, warga juga tampak membongkar papan nama ponpes tersebut.

Ketua RT setempat, Iwan Setiawan, menegaskan tindakan warga bukan bentuk aksi anarkis. Menurutnya, langkah itu justru untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya reaksi dari pihak luar yang bisa memicu keributan.

“Alasannya kami dari semua pihak, semua tokoh yang ada di Kampung Cikondang ini sebetulnya bukan anarkis atau apa. Justru kita mencegah dari oknum-oknum luar yang takutnya kalau misalkan plang masih terpampang, takutnya ada kejadian yang tidak diinginkan,” kata Iwan kepada wartawan di lokasi, Jumat (13/3/2026) dini hari.

Peristiwa ini tidak terlepas dari dugaan pencabulan yang terjadi di sana. Saat isu itu mencuat, enam orang santri ditengai sudah jadi korban perbuatan bejat yang dilakukan oknum pimpinan pesantrennya berinisial MSL.

Modus terduga pelaku yaitu melakukan bujuk rayu melalui pengobatan tradisional hingga ijazah ilmu. Para korban pun tak berdaya menolak karena merasa pimpinan tersebut memiliki kuasa.

Di balik proses hukum yang berjalan, terungkap fakta memilukan mengenai kondisi psikologis para korban berusia belasan tahun yang mengalami trauma mendalam. Dari enam korban yang teridentifikasi, dua di antaranya putus sekolah. Kondisi ini terjadi karena korban merasa sangat terpukul dan malu atas insiden tersebut.

Selain itu, pembongkaran berkaitan dengan rencana warga memanfaatkan akses tersebut sebagai jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Kedua, nantinya maksudnya kita bongkar itu untuk dibikinkan ke depannya jalan TPU, karena ini memang jalan pemakaman juga,” ujarnya.

Ia mengatakan pembongkaran gapura dan plang pesantren dilakukan berdasarkan kesepakatan para tokoh dan warga di Kampung Cikondang. “Oleh karena itu kami sepakat dengan semua tokoh warga yang ada di Kampung Cikondang ini untuk membongkar gapura tersebut,” sambungnya.

Iwan mengaku warga sangat kecewa dengan dugaan perbuatan yang dilakukan oleh pimpinan pesantren berinisial MSL. Ia menilai peristiwa itu mencoreng nama baik lingkungan setempat.

“Bukannya kita rasa malu lagi, justru kita sangat merasa dikotori. Muka saya juga, juga muka tokoh-tokoh warga di sini. Jadi sangat kecewa. Kok seorang ustaz, dai kondang sampai melakukan hal yang tidak senonoh,” katanya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara adil. “Harapan warga semuanya menginginkan pelaku secepatnya ditangkap dan dihukum seadil-adilnya dengan apa yang dia lakukan kepada santri tersebut,” ujar Iwan.

Ia juga meminta seluruh aparat pemerintah bergerak cepat karena kasus ini dianggap serius oleh warga. “Tolonglah semua aparat kepemerintahan bergerak, jangan tinggal diam. Karena ini memang kasus besar, sudah tidak ada maaf lagi bagi warga masyarakat di Kampung Cikondang,” katanya.

Iwan menyebut terakhir kali warga melihat terduga pelaku saat hendak berangkat umrah, sekitar sehari sebelum bulan Ramadan. “Terakhir lihat pas mau berangkat umrah, satu hari sebelum bulan puasa,” ujarnya.

Sejak saat itu, warga mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan yang bersangkutan. Bahkan keluarga pelaku disebut sudah tidak lagi tinggal di lokasi pesantren.

“Keluarganya sudah tidak ada sekarang semuanya, sudah kosong. Santri pun juga sudah tidak ada,” katanya.

sempat mendatangi lokasi pondok pesantren tersebut untuk meminta konfirmasi. Sayangnya, tak ada pengurus ataupun santri yang berada di kawasan tersebut. Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan bahwa aktivitas pondok pesantren tersebut sudah berhenti sejak kasus dugaan pencabulan ini mencuat ke permukaan.

Gempa M 5,4 Guncang Sukabumi

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Getaran yang terjadi sekitar pukul 02.18 WIB membuat sejumlah warga di wilayah Kota maupun Kabupaten Sukabumi terbangun dari tidur.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.18 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,96 Lintang Selatan dan 106,92 Bujur Timur atau sekitar 115 kilometer barat daya Kota Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 43 kilometer.

Gempa dirasakan di Sukabumi hingga Cianjur. Warga juga sempat berhamburan keluar rumah gegara gempa yang terasa kuat hingga kawasan perkotaan tersebut.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,04° LS dan 106,86° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 121 km tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 53 km.

Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Rahmat Triyono, mengatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” kata Rahmat dalam keterangan resmi.

Rahmat mengungkapkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Cidolog dan Ciracap dengan skala intensitas IV MMI. Getaran juga dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah pada siang hari di daerah Bayah, Klapanunggal, dan Kabupaten Bandung dengan skala intensitas III MMI.

Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Sementara di daerah Pangandaran dan Ciamis, getaran dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI. Hingga pukul 02.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Dini Hari Mencekam saat Toko di Tasikmalaya Terbakar

Kebakaran hebat melanda sebuah toko perabotan rumah tangga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026). Toko yang dipenuhi berbagai dagangan mulai dari kasur hingga lemari plastik itu berkobar hebat sekitar pukul 01.00 WIB.Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian materiil cukup signifikan. Selain semua barang dagangan, satu unit mobil juga ikut terbakar.

Informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui selepas tengah malam oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari bangunan tersebut. Warga segera melapor ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan polisi.

Tak lama api semakin berkobar hebat. Posisi bangunan yang berdekatan dengan bangunan lainnya memicu kepanikan. Kobaran api memendarkan cahaya merah di kegelapan dengan gumpalan asap membumbung tinggi, sehingga sempat memicu suasana mencekam di lokasi kejadian.

Tim Damkar yang datang kemudian berusaha memadamkan api. Besarnya api membuat Damkar Pemkot Tasikmalaya meminta bantuan Damkar Pemkab Tasikmalaya, sehingga total ada 7 armada Damkar yang dikerahkan.

Upaya pemadaman kemudian menemui kendala karena toko dalam posisi terkunci. Akhirnya petugas berinisiatif menabrakkan truk ke pintu besi toko dengan tujuan agar selang air bisa masuk ke dalam toko.

Banyaknya barang berbahan plastik dan material mudah terbakar lainnya membuat proses pemadaman tidak mudah. Butuh waktu sekitar 2 jam sebelum akhirnya api bisa dikendalikan agar tak merembet ke bangunan di sekitarnya. Hingga selepas waktu Subuh, upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkot Tasikmalaya, Hanafi, membenarkan adanya kejadian itu. Ia bahkan terlihat memimpin langsung upaya pemadaman.

“Kebetulan toko yang terbakar ini toko yang menjual kasur dan perabotan rumah tangga, jadi memang bahan yang mudah terbakar. Proses pemadaman masih berlangsung,” kata Hanafi.

Dia mengatakan upaya pemadaman sempat terkendala akses toko yang terkunci. “Aksesnya pintu utamanya dicoba dibuka susah, akhirnya kita paksa dobrak dengan kendaraan,” ujarnya.

Saat proses itu, salah seorang petugas sempat mengalami kecelakaan kecil dan sudah ditangani tim medis. “Satu personel sempat mengalami luka saat proses mendobrak pintu toko, namun sudah mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat memicu kebakaran kembali.

“Pendinginan diperkirakan berlangsung hingga pagi hari untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” kata Hanafi. Petugas terlihat bergantian menyantap sahur di sela menjalankan tugasnya.

Terkait nilai kerugian, Hanafi mengaku masih melakukan pendataan. Sementara untuk penyebab kebakaran masih diselidiki oleh tim INAFIS Polres Tasikmalaya Kota. Dia juga memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Korban jiwa tidak ada. Untuk kerugian sementara ini belum bisa ditentukan karena proses pendataan masih berlangsung. Polisi juga masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Ridwan, salah seorang pegawai toko, memastikan tidak ada orang di dalam toko saat musibah terjadi.

“Di dalam kosong (tak ada orang). Di dalam isinya yang mudah terbakar, kayak lemari plastik, yang paling parah kasur. Ada mobil juga,” kata Ridwan.

Barang dagangan toko, menurut Ridwan, sedang penuh karena baru kemarin dikirim pasokan untuk stok Lebaran. “Ini toko penuh, baru kemarin barang datang. Mau Lebaran kan suka ramai pembeli,” ungkapnya.

Bocah Ciamis Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy Usai 3 Hari Hilang Misterius

Arkenan (5) bocah asal Perum Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, ditemukan meninggal dunia di Sungai Citanduy tepatnya di Leuwi Cariang (Bulak Biru), Kelurahan Benteng, Jumat (13/3/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya Arkenan dikabarkan hilang sejak Selasa (10/3/2026) malam, usai berlarian di pinggir saluran air depan rumah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Diduga korban terpeleset jatuh ke saluran air yang kondisinya saat itu deras. Bocah lalu terbawa hanyut dan tenggelam ke Sungai Ciluncat lalu ke Sungai Citanduy. Kabar hilangnya bocah tersebut menjadi perbincangan dan perhatian warga Ciamis.

Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan, Jumar (13/3/2026). Jasad korban ditemukan menyangkut di batang pohon aliran Sungai Citanduy dengan jarak 1,6 kilometer dari titik awal korban hilang. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban ke IPJ RSUD Ciamis menggunakan ambulans PMI.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan penemuan jasad tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat guna memastikan jasad korban. Dilihat dari ciri yang ada, jasad tersebut adalah bocah yang hilang tiga hari lalu.

“Ya benar sudah ditemukan. Pak RW di Lembah Medina sudah meyakinkan dengan ciri-ciri anak tersebut yang hilang. Seperti hanya memakai celana pendek dan dari ciri giginya. Tapi kami masih menunggu pihak keluarga satu lagi untuk memastikannya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani saat ditemui di RSUD Ciamis.

Ani mengatakan setelah dipastikan korban adalah survivor yang dicari, jenazah akan langsung diserahkan dari Tim SAR kepada pihak keluarga.

“Kalau sudah dipastikan, jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya.

Pemotor Tewas di Jalan Soekarno Hatta Bandung

Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor dan satu truk terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026) pagi, sekira pukul 06.30 WIB. Dalam kejadian ini, seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia.

Dari informasi yang diterima , kecelakaan ini terjadi di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di depan bangunan No 767, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buahbatu.

Dalam kejadian ini, ada tiga kendaraan yang terlibat yakni sepeda motor Honda Beat yang dikendarai IN (20) warga Cimanggung, Sumedang; sepeda motor Yamaha MX yang dikendarai APS (29) warga Citatah, Bandung Barat; dan kendaraan truk ringan yang dikendarai AS (52).

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan korban meninggal dunia yakni APS yang merupakan pengendara sepeda motor. “Akibat dari kecelakaan tersebut satu orang meninggal dunia dan satu orang alami luka ringan. Untuk kerugian belum dapat diperkirakan,” kata Fiekry dalam keterangan yang diterima .

Kronologi kejadian bermula saat sepeda motor yang dikendarai IN melaju dari arah barat ke timur di jalur lambat Jalan Soekarno Hatta. Setibanya di lokasi kejadian, motor tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor Yamaha Jupiter milik APS yang mengakibatkan sepeda motor tergelincir dan menabrak trotoar pembatas jalan.

“Kemudian APS jatuh ke jalur cepat kemudian terlindas kendaraan light truk box yang dikemudikan oleh AS, yang melaju dari arah barat ke timur di jalur cepat,” ungkapnya.

“Akibat dari Kecelakan lalu lintas tersebut, APS meninggal dunia di tempat,” tambahnya.

Fiekry menuturkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut dalam keadaan layak jalan. “Kecelakaan tersebut di akibatkan oleh faktor manusia,” tambahnya.