Tasikmalaya –
Pemerintah Kota Tasikmalaya bergerak cepat melakukan perbaikan di ruas Jalan Lingkar Mangkubumi-Indihiang (Mangin) menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini menjadi krusial mengingat Jalan Mangin merupakan jalur strategis yang berfungsi sebagai pemecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di pusat kota Tasikmalaya. Jalan ini menjadi pembagi arus lalu lintas dari Kota Tasikmalaya menuju Singaparna atau sebaliknya.
Sebagai jalan lingkar, kondisi Mangin yang prima sangat dinantikan para pemudik dan warga lokal. Jalur ini menjadi pilihan utama kendaraan besar maupun pribadi untuk memangkas waktu tempuh tanpa harus terjebak kepadatan di jantung kota.
Tambal Sulam di Jalur Strategis
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya memprioritaskan Jalan Mangin dalam agenda pemeliharaan rutin tahun ini.
Meski bukan perbaikan besar secara menyeluruh, penambalan lubang di titik-titik krusial diharapkan mampu meningkatkan keamanan berkendara.
“Ini hanya pemeliharaan rutin, bukan perbaikan besar. Pekerjaannya lebih kepada penambalan di titik-titik jalan yang rusak,” ujar Hendra, Jumat (13/3/2026).
Dia menambahkan bahwa mobilitas kendaraan yang diprediksi melonjak tajam saat Lebaran menjadi alasan utama percepatan perbaikan ini.
“Mobilitas masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan sehingga kondisi jalan perlu dipastikan tetap aman untuk dilalui,” kata Hendra.
Selain Jalan Mangin, perbaikan juga dilakukan di Jalan Garuda Kecamatan Cibeureum. Ruas jalan ini tak kalah strategis karena jalur utama dari Kota Tasikmalaya menuju Kecamatan Manonjaya.
Untuk mendukung perawatan jalan di seluruh kota termasuk Jalan Mangin dan Jalan Garuda, Pemkot Tasikmalaya mengalokasikan anggaran pemeliharaan sekitar Rp1,5 miliar untuk periode satu tahun.
“Anggaran perawatan jalan di tahun ini memang sangat terbatas, Rp1,5 miliar untuk setahun dan semua wilayah,” kata Hendra.
Kondisi Jalan Mangin sebelumnya memang sempat memicu keluhan pedas dari masyarakat. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dilaporkan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor saat malam hari atau cuaca hujan.
