Indramayu –
Ruas jalan penghubung Desa Muntur dan Desa Ranjeng di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, mendadak ramai dipadati warga, Jumat (30/1/2026). Bukannya mengungsi, warga justru memanfaatkan banjir yang merendam jalur tersebut untuk mencuci motor hingga berwisata dadakan.
Salah seorang warga Desa Muntur, Rastono (51), sengaja datang membawa sepeda motornya ke tengah genangan. Ia tak ambil pusing dengan banjir yang merendam jalan sepanjang 1 kilometer dan puluhan hektare sawah di wilayahnya tersebut.
“Ini ada limpahan air, saya manfaatkan untuk mencuci motor. Lumayan bersih,” ujar Rastono kepada di lokasi.
Fenomena ini diikuti puluhan warga lainnya. Beberapa warga bahkan terlihat membawa perlengkapan mencuci lengkap dengan sabun dari rumah. Tak jauh dari kerumunan orang dewasa, anak-anak tampak ceria berenang dan bermain air di tepian jalan.
Ragil (10), bocah asal Desa Ranjeng, mengaku langsung meluncur ke lokasi bersama teman-temannya setelah pulang sekolah. “Seru, bisa main air bareng teman-teman naik sepeda,” katanya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Di balik keriuhan warga, ancaman serius mengintai sektor pertanian. Berdasarkan pantauan, ketinggian air di jalan mencapai 30 sentimeter, sementara puluhan hektare sawah di sisi jalan terendam total dan terancam gagal tanam.
Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dan tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Menurutnya, banjir ini dipicu luapan Sungai Cipanas akibat kiriman air dari daerah hulu.
“Curah hujan di Indramayu diprediksi masih tinggi hingga pekan pertama Februari 2026. Kami imbau warga tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di tengah cuaca seperti ini,” tegas Oce.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu. Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heryanto, menyatakan pihaknya tengah mengupayakan bantuan benih bagi petani yang terdampak.
“Kami sedang mengusulkan bantuan benih ke Kementerian Pertanian. Hingga kemarin (29/1), tercatat ada 7.700 hektare lahan sawah yang terdampak banjir di seluruh Kabupaten Indramayu,” ungkap Sugeng saat dihubungi.
Keriuhan warga yang mencuci motor di tengah banjir menjadi potret kontras di Indramayu; sebuah hiburan sederhana di tengah ancaman gagal panen yang membayangi ribuan petani.
