Kuningan –
Sebanyak 290.730 wisatawan berkunjung ke Kabupaten Kuningan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan menunjukkan, dari 73 destinasi, terdapat lima objek wisata yang paling banyak dikunjungi.
Kelima tempat tersebut adalah Arunika Eatery dengan 32.527 pengunjung, disusul Woodlands (20.900), Sangkanurip Alami (18.985), Waduk Darma (17.061), dan Wahana Jagara Ecopark (10.318).
Sementara itu, lima objek wisata dengan kunjungan terendah meliputi Bumi Perkemahan Pakembangan (100 pengunjung), Curug Sidomba (24), serta Pos Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) jalur Linggarjati Cibunar (24). Dua lokasi lainnya, yakni PPGC Linggasana dan Balong Dalem Jalaksana, juga mencatatkan angka kunjungan yang minim.
Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disporapar Kuningan, Ahmad Jajuli, menjelaskan bahwa selama libur Nataru, wisatawan lebih meminati destinasi yang menggabungkan konsep kuliner dan wisata alam, seperti Arunika Eatery dan Woodlands Kuningan.
Sebaliknya, wisata alam seperti bumi perkemahan, jalur pendakian, dan air terjun (curug) kurang diminati. Menurut Jajuli, faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya minat wisatawan ke alam terbuka.
“Ada banyak faktor tapi yang pertama itu cuaca, selama libur Nataru cuaca saat itu hujan terus. Jadi untuk wisata alam itu cenderung menurun. Pengunjung lebih memilih ke tempat wisata yang bisa makan sekaligus bermain,” tutur Jajuli, Jumat (30/1/2025).
Ke depan, Disporapar akan menggenjot promosi pariwisata, mempertemukan pengusaha travel dengan pelaku wisata, serta mendampingi pengelola destinasi yang masih sepi pengunjung. Demi menggaet wisatawan mancanegara, Disporapar juga telah menggandeng agen perjalanan luar negeri untuk meninjau langsung potensi wisata Kuningan, mulai dari Gedung Perundingan Linggarjati, Desa Wisata Cibuntu, Jagara Eco Park, hingga Arunika Eatery.
“Untuk tempat wisata yang sepi, kami akan bantu dengan memberikan fasilitas, pembinaan, dan promosi agar lebih ramai. Kami juga akan terus mengintensifkan promosi pemasaran dan kerja sama dengan pihak terkait. Seperti dalam acara Table Top, kami mengajak sekitar 20 wisatawan asing dari Turki, Belanda, Malaysia, dan Inggris, serta membawa mereka ke Linggarjati, Cibuntu, dan Jagara,” jelas Jajuli.
Jajuli menilai kolaborasi dengan pengusaha jasa wisata sangat krusial untuk mempermudah akses wisatawan menuju Kuningan.
“Untuk kendala transportasi, kita kerja sama dengan agen perjalanan. Jadi memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata di Kuningan yang aksesnya sulit. Harapannya kunjungan wisatawan ke Kuningan dapat terus meningkat,” pungkas Jajuli.
