Garut –
Aksi balapan mobil di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Garut meresahkan masyarakat. Setelah sempat tenar di media sosial, kedua pelaku balapan kemudian berurusan dengan polisi dan berakhir dengan ‘surat pernyataan’.
Aksi balap mobil liar di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Garut itu menghebohkan warganet, setelah videonya beredar di media sosial. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat dua unit mobil adu cepat di jalanan mulus tersebut.
Dalam video tersebut, terlihat para pengguna jalan yang melintas disetop selama aksi balapan tersebut, sehingga tidak bisa melintasi jalanan. Balapan itu, juga ditonton banyak pemuda di lokasi.
Selain balapan mobil, ada juga pengendara sepeda motor yang melakukan aksi balapan. Tidak hanya itu, mereka juga beraksi berbahaya, dengan melakukan aksi standing di atas motor hingga jumping.
Setelah video itu viral, personel Polres Garut kemudian turun tangan melakukan penelusuran. Hasilnya, mereka mengidentifikasi dua pengendara mobil yang terlibat balapan dalam video tersebut.
Keduanya adalah RM (22) dan HGR (23) yang merupakan warga Garut. Mereka dipanggil ke kantor polisi pada Selasa, (24/2) sore kemarin untuk diklarifikasi.
“Benar, kami mengidentifikasi dua pengendara mobil yang terlibat balapan. Sudah kami lakukan pemanggilan dan keduanya kooperatif,” kata Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono kepada, Rabu, (25/2/2026).
Luky menjelaskan, kedua pemuda tersebut mengaku hanya iseng-iseng saat melakukan balap. Di kantor polisi, mereka diselidiki kemudian diminta untuk membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi tindakan sembrono itu.
“Kami lakukan pembinaan, kemudian dilakukan juga pemeriksaan administrasi kendaraan yang bersangkutan. Mereka berjanji untuk tidak mengulanginya kembali,” ucap Luky.
Marak Balapan Liar
Jalan Letjen Ibrahim Adjie sendiri kerap dijadikan arena balapan liar hingga aksi ugal-ugalan oleh para pemuda tidak bertanggungjawab di momen bulan puasa 2026 ini. Di balik keindahan jalan yang dikelilingi beragam gunung ini, tersimpan ketakutan di tengah para pengguna jalan terkait aksi ugal-ugalan oknum tidak bertanggungjawab.
Parahnya, aksi yang tidak patut untuk ditiru itu, disebarluaskan oleh sejumlah influencer otomotif di Garut. Dari lebih dari 6 kilometer panjang Jalan Letjen Ibrahim Adjie, kawasan yang kerap menjadi lokasi balapan liar ini berada di kawasan Pasawahan, tepatnya di depan sebuah pabrik pengolahan beton.
Lokasi itu diketahui sangat sepi, dibanding dengan titik-titik lainnya di jalan tersebut yang relatif lebih ramai saat momen ngabuburit berlangsung setiap harinya selama bulan Ramadan.
Banyak masyarakat yang merasa risih dengan hadirnya para ‘pembalap’ ini dan berharap agar pihak kepolisian menjaga kawasan tersebut agar aksi balapan liar bisa diminimalisir.
