Getir Enjang Tidur Beralas Karpet di Rumah Lapuk

Posted on

Kabupaten Bandung

Enjang, seorang buruh serabutan, harus menjalani hidup dalam keterbatasan. Ia tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu bocor setiap kali hujan mengguyur.

Di rumah tersebut, Enjang yang berstatus duda tinggal bersama ibunya, Iyum (70). Dua anak Enjang pun turut merasakan getirnya hidup di hunian yang jauh dari kata layak tersebut.

Keluarga ini menempati rumah berbahan kayu dengan dinding bilik bambu di Kampung Pasirsari Lebak, Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Bangunan berukuran 4×6 meter itu kondisinya memprihatinkan dan tak lagi mampu menahan air hujan.

Setiap malam, hawa dingin menusuk hingga ke tulang. Mereka terpaksa tidur di atas lantai tanah yang hanya beralaskan karpet tipis tanpa kasur. Tanpa plafon di langit-langit, suhu dingin dan air hujan dengan mudah menembus ke dalam rumah.

“Saya sudah tinggal lama di sini, ada lah dari kecil. Kalau tidur ya di sini di lantai tanah, cuma dialas karpet aja,” ujar Enjang, kepada awak media, Jumat (6/2/2026).

Untuk urusan makan, keluarga ini hanya bisa mengandalkan penghasilan Enjang yang tak menentu dari hasil bekerja sebagai buruh serabutan.

“Pekerjaan sebagai buruh serabutan. Terus ini tanah hak milik. Alhamdulillah terimakasih kalau mau dibantu renovasi. Semoga Kapolresta Bandung digampangkan, dimudahkan segala rezeki, dan semoga barokah segalanya.

Harapan mulai tumbuh saat aparat kepolisian yang tengah berpatroli menerima informasi mengenai kondisi rumah Enjang. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Pameungpeuk dan pejabat utama Polresta Bandung segera meninjau lokasi.

“Jadi awalnya kami menerima informasi kondisi rumah Pak Enjang dan Emak Iyum dari laporan masyarakat. Kami langsung datang ke sini untuk melakukan pengecekan,” ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono.

Aldi menyatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus upaya menyediakan hunian yang layak bagi warga yang membutuhkan.

“Kondisi rumah Pak Enjang yang memang sudah tidak layak huni. Melalui program Rutilahu, Polresta Bandung bersama Polsek Pameungpeuk berencana membangun kembali rumah ini agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali,” kata Aldi.

Aldi berharap program Rutilahu ini dapat meringankan beban masyarakat. Keberadaan hunian yang layak diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga untuk terus berjuang meningkatkan kualitas hidup.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar sangat penting agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2