Datangi Ponpes Cipasung, Kapolda Jabar Terkesan Pengelolaan Makan Santri

Posted on

Tasikmalaya

Upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan kalangan ulama kembali dilakukan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan. Pada Jumat (27/2/2026), ia menyambangi salah satu pondok pesantren terkemuka di Tasikmalaya, Ponpes Cipasung, yang berlokasi di Kecamatan Singaparna.

Kedatangan Rudi bersama jajaran disambut langsung oleh pimpinan Ponpes Cipasung, KH Ubaidillah. Setibanya di kompleks pesantren, Rudi langsung menuju kediaman KH Ubaidillah untuk bersilaturahmi dan berdiskusi.

Dalam kunjungan tersebut, Rudi juga menyerahkan bantuan berupa 1.000 ton beras serta paket sembako bagi para santri. Bantuan itu diperuntukkan bagi sekitar 2.000 santri yang menetap (mondok) dan 16.000 santri yang pulang-pergi setiap harinya.

Rudi mengaku terenyuh mengetahui besarnya jumlah santri di ponpes tersebut. Ia pun penasaran dengan sistem penyediaan makanan bagi ribuan santri yang tinggal di asrama.

Setelah meminta izin kepada KH Ubaidillah, Rudi meninjau langsung dapur pesantren. Di sana, ia melihat deretan kuali berukuran besar yang digunakan untuk memasak dalam jumlah banyak.

“Oh ini dapurnya, kualinya gede-gede ya,” kata Rudi menyapa pengelola dapur.

Ia kemudian masuk lebih dalam dan mengamati aktivitas di dapur.

“Buat buka puasa, ini sibuknya jam berapa,” ucap Rudi.

“Nanti pak sore, kalau buat sahur kita bisanya jam 2 atau 3 sudah sibuk,” jawab pengelola dapur.

“Makannya gimana,” tanya Rudi lagi.

“Ngantre di sini. Bawa misting dan tumbler sendiri,” jawab pengelola dapur.

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan di Ponpes Cipasung Tasikmalaya Foto: Wisma Putra/

Selain dapur, Rudi juga meninjau sejumlah fasilitas lain, termasuk lahan di bagian belakang pesantren dan ruang belajar para santri.

Perkuat Sinergi dengan Silaturahmi

Jenderal bintang dua itu menegaskan, kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi Polri dengan ulama sekaligus upaya mempererat kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Hari ini, pagi ini, saya bersilaturahmi ke Abah saya, KH Ubaidillah, Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung. Saya mengenal beliau dan kami tahu bahwa Pondok Pesantren Cipasung ini sudah eksis kiprahnya buat bangsa Indonesia itu sudah lama, kolonial, ya. Sudah banyak tokoh-tokoh yang dihasilkan lulusan dari Pondok Cipasung itu,” ungkap Rudi.

“Untuk itu, saya selaku Kapolda, pembina Kamtibmas, saya merasa perlu menjalin kedekatan dengan Pondok Pesantren Cipasung untuk mengajak supaya santri-santrinya semuanya ini menjadi orang-orang yang berakhlak baik,” ujarnya menambahkan.

Ia berharap ribuan santri, baik yang mondok maupun pulang-pergi, dapat terus dibina akhlak dan karakter kebangsaannya, serta diperkuat semangat persatuan NKRI.

“Alangkah indahnya Jawa Barat, alangkah indahnya Indonesia, karena masyarakatnya atau rakyatnya itu mempunyai akhlak yang baik. Itu yang kami kolaborasikan dengan Pesantren Cipasung ini,” ucap Rudi.

Sementara itu, KH Ubaidillah mengaku bangga atas kunjungan Kapolda Jabar beserta jajaran.

“Kami atas nama Pondok Pesantren Cipasung merasa bangga dan bahagia dengan kedatangan Bapak Kapolda ke Pondok Pesantren Cipasung ini, sehingga kami dengan beliau bisa berdiskusi bagaimana santri supaya berakhlakul karimah yang baik dan lain-lain,” kata KH Ubaidillah.

“Insyaallah kami akan sinergi dengan Kepolisian. Dan yang terakhir, saya minta mohon santri kalau ingin jadi Polisi, mohon oleh Kapolda difasilitasi dengan baik,” pungkasnya.

Siapkan Arus Mudik Lebih Matang

Dalam kesempatan itu, Rudi juga memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran telah dirancang secara matang. Polda Jabar menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat untuk memanfaatkan sejumlah masjid di jalur arteri sebagai pos pelayanan pemudik.

“Kami sudah jalin komunikasi dengan DMI di Jabar bahwa kami harapkan apa itu mesjid yang ada di Jalur arteri, kita pilih mesjid yang besar untuk dijadikan pos pelayanan selama mudik lebaran,” kata Irjen Rudi Setiawan.

Selain menjadi tempat beristirahat dan beribadah, masjid-masjid tersebut juga akan menyediakan hidangan sederhana bagi para pemudik.

“Kami akan berikan minuman dan makanan alakadarnya ketika pemudik berkesempatan untuk solat dan segala macemnya, ada sedikit sajian lah rebus rebusan ‘meureun’ buat batalkan puasa atau mungkin buat saur itu yang kami sajikan,” kata Irjen Rudi Setiawan.