Ciamis –
Suasana khidmat menyelimuti Gedung Islamic Center Kabupaten Ciamis pada Jumat (27/2/2026). Ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati ruangan saat Pesantren Ramadan resmi dibuka. Kegiatan yang diinisiasi Pemkab Ciamis bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini merupakan bagian dari rangkaian amaliah di bulan suci.
Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan Ciamis Wawan S Arifien menjelaskan kegiatan ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Selain digelar di tingkat kabupaten, Pesantren Ramadan juga dilaksanakan serentak di tingkat kecamatan, desa, hingga sekolah-sekolah sesuai edaran bupati dengan melibatkan MUI setempat.
“Ini merupakan tahun keempat pelaksanaan pesantren ramadan. Tidak hanya digelar di tingkat kabupaten tapi juga dilaksanakan di kecamatan, desa dan sekolah,” ujar Wawan.
Tahun ini, total peserta mencapai 460 orang. Mereka berasal dari kalangan pelajar SLTA, SLTP, lansia, hingga jurnalis. Peserta tingkat SLTA berjumlah 100 orang dan mengikuti kegiatan pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026 di Asrama Haji.
Sementara itu, 50 pelajar SLTP dijadwalkan mengikuti pesantren pada 2-3 Maret 2026 di lokasi yang sama. Kelompok lansia menjadi peserta terbanyak, yakni 275 orang. Pesantren Lansia berlangsung pada 28 Februari hingga 2 Maret 2026 di Masjid Agung Ciamis. Adapun 40 jurnalis akan mengikuti pesantren pada 4-5 Maret 2026 di Pesantren Darussalam.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pesantren Ramadan sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara ritual, tetapi juga bulan pendidikan, pembinaan, dan pembentukan kepribadian,” ujar Herdiat.
Herdiat mengapresiasi keterlibatan lintas generasi dan profesi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tidak mengenal batas usia maupun latar belakang pekerjaan.
Kepada para pelajar, ia berpesan agar momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta membangun kedisiplinan diri.
“Saya mengingatkan untuk pelajar pentingnya bijak dalam menyaring informasi di era digital agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” ucapnya.
Sementara kepada insan pers, Herdiat berharap pesantren Ramadan dapat memperkuat peran media sebagai penyampai informasi yang menyejukkan, mendidik, dan membangun optimisme masyarakat, khususnya di Kabupaten Ciamis.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para lansia yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan keagamaan. Menurutnya, keikutsertaan pada lansia menjadi teladan dalam proses belajar dan beribadah tak pernah berhenti hingga akhir hayat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Pesantren Ramadan 1447 Hijriah berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.
